Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Sangihe, Terkonsentrasi Pada Program Pekarangan Pangan Lestari(P2L) Guna Mendukung Peningkatan Sumber Ketahanan Pangan di Kabupaten Sangihe

IndoBrita, Tahuna -Adeleyda Tumbale, STP selaku Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Daerah Kabupaten Sangihe  membenarkan mengenai pelaksanaan Program Pengembangan Konsumsi dan Penganekaragaman melalui kegiatan Pekarangan Pangan Lestari.

 

Menurut Tumbale, kegiatan pangan lestari tahun anggaran 2022, tersebar di 12 lokasi yang dilaksanakan 2 tahap yakni tahap pengembangan dan penumbuhan.

 

Untuk tahap pengembangan lanjutan kegiatan P2L tahun 2021, terkosentrasi di 8 lokasi. Sedangkan 4 lokasi tahap penumbuhan difokuskan pada lokasi stunting.

 

“Kegiatan pangan lestari ini adalah mengenai bagaimana kita mengoptimalkan lahan-lahan pekarangan kosong maupun lahan kurang produktif dijadikan sebagai sumber pangan dan gizi keluarga,”ujar Tumbale.

Baca juga:  Pelaku Penganiayaan Sesama Siswa di Matani I Diamankan Resmob Polres Tomohon

 

Untuk tahap pengembangan kegiatan pekarangan pangan lestari tersebar di delapan titik yaitu di kelurahan Soataloara Satu, Kampung Tariang Lama, Hiung, Balane, Kuma Satu, Dalako, Bembanehe dan Kampung Bukide.Untuk tahap penumbuhan dilokasi stunting yaitu di Kelurahan Santiago, Kampung Bahu Tabut, Pindang Mangsel dan Tambung Tabselteng.

 

“Tujuan program ini yaitu penyediaan pangan dan gizi keluarga. Kemudian juga untuk interfensi penurunan stunting di kabupaten kepulauan Sangihe,”lanjut Tumbale.

 

Kegiatan tersebut mendapat respon baik dari masyarakat dengan adanya peningkatan tanaman sayur dan holtikultura serta peningkatan ketersediaan pangan yang berkelanjutan.

Baca juga:  Komandan Lantamal VIII Anjangsana ke Saksi Sejarah Pertempuran Laut Aru

 

“Saya merasa senang karena masyarakat merespon baik program ini, dimana menurut mereka awalnya keluarga mengkonsumsi misalnya seminggu 2 kali makan sayur namun dengan adanya ketersediaan yang ada di lahan pekarangan maupun lahan yang dikelolah oleh kelompok penerima kegiatan itu, konsumsi untuk sayur dan tanaman holtikultura lebih meningkat.  Untuk pemenuhan pangan, mereka sudah tidak membeli di pasar, jadi dengan adanya penanaman di lahan masing-masing sudah dapat memanen sendiri,”pungkas Tumbale.(Ver)

Pos terkait