LMI Peduli Kasih di Wawontulap, Beda Rumah Tete Wester Tahendung

indoBRITA, Tatapaan – Janji Tonaas LMI Minahasa Selatan Tommy ‘Topan’ Pantow, Kamis (25/8/2022) terjawab. Pasalnya, Tonaas Topan lebih dulu meletakkan batu pertama beda rumah milik Wester Tahendung (87). Disaksikan Kepala Dinas Sosial Dra Sofie Sumampow dan dua orang perangkat desa Wawontulap.

”Seperti janjinya, kalau dirinya bersama istri dan anak-anak sekaligus keluarga besar DPD LMI Minsel terpanggil dan peduli terhadap warga miskin. Salah satunya, beda rumah milik Wester Tahendung (87) warga setempat,” kata Tonaas Topan.

Lanjut diceritakan Tonaas, berawal Minggu (21/8/2022) bersama pengurus LMI berada di Desa Wawontulap. Menurutnya, ketika berada di pesisir pantai terlihat dengan jelas masih ada warga miskin tinggal digubuk. Parahnya, Tete – biasa orang Wawontulap memanggil Wester Tahendung didekatinya.

”Setelah selesai ngobrol, saya langsung tersentuh dan menghubungi anggota LMI untuk datang dan mewawancarainya. Sekaligus meminta keterangan dirinya, sebab terasa tak mampu melihat kondisi Tete yang sekitar tiga tahun menetap dalam gubuk kecil. Akhirnya, hanya selang empat hari semua bahan tersedia dan hari ini terjawab untuk dibeda rumahnya,” jelasnya.

Baca juga:  Sekdaprov: ASN Pemprov Sulut Sukseskan Sensus Penduduk

Menurut Tonaas Topan, sebagai orang Minahasa sudah selayaknya peduli dengan orang miskin. Apalagi, Tete Wester Tahendung terdampar di Desa Wawontulap sejak tahun 2010. Akan tetapi, seiring nelayan asal Mantehage (Manado Tua, red) masih pulang pergi ke Raprap, Blongko sampai balik lagi ke Mantehage. Dan akhirnya, akhir 2019 hingga sekarang telah menetap di gubuk reok miliknya.

”Nah, sekitar dua puluhan anggota dari beberapa walak di Minsel ikut membantu pekerjaan beda rumah tersebut. Jadi, ini bagian dari LMI Peduli kasih kepada sesama. LMI sudah banyak berbuat, bukan hanya di daerah sendiri. Tetapi, diluar daerahpun, LMI juga datang membantu,” ungkap sosok Tonaas yang sangat sosial kepada sesama masyarakat.

Sementara itu, Wester Tahendung ketika ditanya terkait perhatian pemerintah desa atasnya. ”Ya, kalau perhatian jujur tidak ada sama sekali. Kecuali, orang-orang sekitarnya saja. Kalau mereka (pemerintah, red) peduli, pasti saya tidak tinggal disini. Tapi, syukur masih ada kepedulian sosial dari Tonaas Tommy Pantow alias Topan dan keluarga datang membantunya. Padahal, hanya beberapa hari saja, dan tempat tinggal baru pasti selesai,” sebut Tete-sapaannya.

Baca juga:  Wagub Kandouw Ingatkan Gereja Jangan jadi Sumber Pertikaian

Kepala Dinas Sosial Minsel Dra Sofie Sumampow membantah kalau pemerintah tak pernah membantu atau melihatnya. ”Diakuinya kalau pihaknya tidak mengetahui keberadaan Wester Tahendung alias Tete tersebut. Ya, saya pun baru tahu setelah dilaporkan sekretaris DPD LMI Minsel Shanty Pelealu. Setelah itu, saya dan tim datang bersama rombongan LMI untuk melihat dari dekat program beda rumah di Desa Wawontulap,” tegasnya.

Sekembalinya bupati FDW, pihaknya akan melapor keberadaan salah satu warga Jaga 2 Desa Wawontulap atas nama Wester Tahendung (87) itu. ”Saya janji, setelah beda rumah selesai, Pemkab Minsel (Dinsos, red) akan membawa bantuan khusus serta memperhatikan keberadaannya. Termasuk soal pembuatan KTP dan KK biar nantinya dipastikan akan mendapat bantuan BLT atau lainnya,” papar Sumampow.

Dari pantauan indoBRITA.co dilokasi beda rumah, siang terik matahari para tukang yang juga anggota LMI bekerja menyelesaikan bangunan rumah Wester Tahendung. Tonaas Topan tak ketinggalan bersama panglima Roy Pomantow dan kawan-kawan bersama menyelesaikan bangunan tersebut. (andries)

Pos terkait