Laporan Dugaan Pengrusakan dan Penyerobotan di Objek Batu Dinding Dipertanyakan Mamangkey Bersaudara

indoBRITA, Amurang – Jacoba Mamangkey (78) warga Kelurahan Uwuran Satu Kecamatan Amurang telah melapor ke Polres Minsel, LP/B/186/VI/2022/POLRES MINSEL/POLDA SULUT. Rabu 22 Juni 2022 di Polres Minsel tentang dugaan tindak pidana pengrusakan dan Penyerobotan tanah di Perkebunan Waleimpisok Batu Dinding, Kelurahan Buyungon Kecamatan Amurang, Minahasa Selatan.

”Ya benar, orang tua saya Jacoba Mamangkey sebagai pemilik sah telah melapor dugaan Pengrusakan dan Penyerobotan tanah di Perkebunan Waleimpisok, Buyungon. Namun, tiga hari kemudian, Sabtu (25/6/2022) kami mendapat surat No. B/132/VI/2022/Reskrim dengan klarifikasi biasa, lampiran kosong, perihal pemberitahuan perkembangan hasil penelitian. Tetapi, jadi pertanyaan sudah dua bulan belum ada tindak lanjutnya,” tanya Jean Mamangkey, anak Jacoba Mamangkey yang juga juru bicara keluarga besar Mamangkey Bersaudara kepada indoBRITA.co, Jumat (26/8/2022).

Jean Mamangkey juga mempertanyakan, sejauh mana kasus tersebut belum ada tindakan resmi Polres Minsel. Artinya, sekarang lokasi Batu Dinding sementara dikerjakan salah satu investor. Bahkan, infomasi diatas bahwa Batu Dinding tersebut akan ditata dan dijadikan objek wisata bertaraf internasional. Lebih parah lagi, sudah dilapor namun Polres Minsel tidak mem-police line.

Baca juga:  Dinilai KPK, Pemprov Sulut Terbaik Kedua Nasional

”Jadi, seakan-akan menurutnya Polres Minsel diduga tak akan bertindak. Karena jujur, yang kami lapor adalah adik orang nomor satu di Minsel. Dimana oknum tersebut disebut ‘mafia tanah’ dan justru tahu kalau tanah atau kebun itu sah milik Jacoba Mamangkey, setelah dialih wariskan orang tuanya. Tapi sayang, dimana keadilan terjadi atas kami. Sudah diambil orang, padahal sah memiliki sertifikat. Bahkan, telah dijual ke salah satu investor di Tomohon,” ungkapnya.

Kalau sampai Agustus 2022 ini tak ada gelar perkara soal dugaan Pengrusakan dan Penyerobotan tanah tersebut, maka dipastikan kami akan membawa kasus ini ke Mabes Polri di Jakarta. Bahwa, kakak saya sudah di Jakarta, tinggal antar surat dan bukti-bukti lainnya dan pasti tembus Kapolri.

”Sekali lagi, kami bertanya dimana keadilan. Bahwa, hak orang tua kami sah dan benar, tapi dicuri orang dan dijual lagi. Nah, herannya oknum yang kami lapor adalah adik petinggi Minsel. Harapannya, masalah ini segera tuntas. Sebab, kita tinggal tunggu waktu membawa bukti-bukti sampai ke Kapolri di Jakarta,” katanya keras.

Baca juga:  Aniaya Perangkat Kelurahan Lewet, Pato di‘Polisikan’

Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Lesly D Lihawa, SH, M.Kn melalui Kanit II Aipda GJ Lewu membenarkan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan/penyidikan. ”Namun demikian, kami akan laporkan ke Kasat Reskrim agar kiranya segera gelar perkara soal kasus tersebut. Rencananya, usulan kami Selasa (30/8/2022). Tapi, itu rencana sekarang. Semoga tak ada perubahan ya. Bahwa, kami berterima kasih pelapor sudah datang dan menanyakan penyelesaian dugaan kasus tersebut,” jelas Liwu.

Dari keterangan yang dihimpun wartawan, bahwa setelah Jacoba Mamangkey melapor ke Polres Minsel, awalnya lokasi atau perkebunan Waleimpisok Batu Dinding sementara dibongkar alat besar (Eskavator). Tapi, sekitar satu bulan sempat terhenti lantaran Polres Minsel telah melakukan penyelidikan/penyidikan. Menjadi pertanyaan lagi, kenapa sekarang ada Eskavator, padahal alat tersebut sudah dikeluarkan tetapi justru sekarang mulai pembongkaran di DAS Ranoyapo. (ape)

Pos terkait