Seleksi Calon Sekdaprov Sulut Ketat

indoBRITA, Manado – Persaingan seleksi Calon Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) terbilang ketat. Pasalnya, berdasarkan hasil asesmen yang diterima, semua peserta mendapat rekomendasi Disarankan dengan kuantitatif penilaian sesuai pembobotan sebesar 25 persen dari keseluruhan tahapan seleksi.

“Semua peserta mendapatkan rekomendasi Disarankan, dengan demikian mereka dinyatakan memenuhi syarat secara potensi dan kompetensi sebagai seorang Sekretaris Daerah Provinsi nantinya. Namun hasil asesmen hanyalah salah satu dari hasil 4 tahapan seleksi yang harus dilewati oleh setiap peserta, selanjutnya ada tahapan penulisan makalah,” terang Ketua Panitia Seleksi Agus Fatoni, Kamis (25/8/2022).

Fatoni yang mengumumkan hasil asesmen tes setelah Paniti Seleksi telah menyepakati hasilnya dalam rapat pleno pansel, Kamis (25/8/2022) pada pukul 18.00 WITA.

Adapun hasil assesmen tes di posisi pertama dipegang Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Daerah Sulut Steve Kepel dengan nilai 21,42. Kemudian disusul Kepala Dinas Kesehatan Daerah Sulut Debie Kalalo (21,22). Urutan ketiga Kepala Dinas Perhubungan Daerah Sulut Izak Rey (20,66). Sementara posisi keempat dan kelima masing-masing Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Sulut Fransiscus Manumpil (20,25) dan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Sulut Fery Sangian (20,04).

Baca juga:  Buka Konferensi Nasional GMAHK, Olly: Pertahankan Kualitas Iman

Usai asesmen tes, para peserta seleksi Calon Sekdaprov Sulut kini menatap tahapan penulisan makalah. Kelima peserta akan mengikuti tahapan itu, Jumat (26/8/2022) ini.

“Penulisan Makalah ini bertujuan untuk menilai dan mengukur kemampuan setiap peserta dalam menjabarkan tema yang diberikan menjadi sebuah makalah yang memuat ide, gagasan, program-program strategis dan inovasi yang akan diimplementasikan menjadi sebuah program kerja seorang Sekretaris Daerah,” jelasnya.

Lanjut dia, dalam tahapan itu, panitia seleksi akan mencoba menandakan kepada peserta untuk  menjawab kebutuhan dan keinginan kepala daerah dan masyarakat Sulawesi Utara.

Baca juga:  Rita dan Devi Menjadi Delegasi Indonesia di Markas PBB

“Kami harapkan menjadi seorang sekretaris daerah yang kapabel dari berbagai aspek. (Memang) sangar disadari tidak ada manusia yang sempurna, tapi kita berusaha mencari yang terbaik,” pungkasnya.

Menariknya, para peserta seleksi Calon Sekdaprov Sulut ini tak diberikan pemberitahuan terleboh dahulu terkait dengan penentuan tema.

“Untuk penentuan tema, kerangka penulisan akan disampaikan pada saat tes dimulai. Hal ini bertujuan untuk menjaga kerahasiaan dan orisinalitas konsep pemikiran peserta,” terang Fatoni.

Setelah penulisan makalan, para peserta masih akan menyisahkan satu tahapan lagi yakni wawancara tes.(sco/*)

Pos terkait