Tidak Kapabel, Warga Desak Bupati Minut Tarik Pj Hukum Tua Tarabitan

Ketya LAMI Sulut, Indri Montolalu (Foto: ist)

indoBRITA, Minut-Kinerja Pejabat (Pj) Hukum Tua atau Kepala Desa Tarabitan, JA alias Jein jadi sorotan masyarakat. Ia dianggap tidak kabapel dalam menjalankan tugasnya.

ASN yang ditugas Bupati Minahasa Utara untuk menjabat hukum tua  sementara waktu itu dikabarkan tidak tampil sebagai seorang pengayom masyarakat. Ia cenderung berafiliasi dengan kelompok tertentu. Ini membuat warga mencurigai bahwa Jein tampil sebagai Pj bukan merangkul merangkul warga, tapi dianggap mengganggu kenyamanan warga bahkan memprovokasi warga.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Joune Ganda Jemput Istri Menseskab, Melayat ke Rumduk Mertua Gubernur Olly

Bukti bahwa Jein tidak memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) adalah ketika ia dan bendahara desa mendatangi salah satu tempat usaha warga dan mendesak sepihak agar warga melunasi hutang yang tidak jelas.

“Tugas kepala desa itu, memanggil secara resmi dua belah pihak, ke kantor desa dan mendengarkan apa keluhan mereka. Selesaikan di desa. Kalau pada akhirnya tidak ada titik temu, ya sarankan mereka ke jalur lain. Ke ranah hukum misalnya. Jangan kemudian, ada tendensi mengadili warga, mendesak warga bahkan mengancam warga. Itu bukan tupoksi seorang pemimpin desa,” jelas Ketua LAMI Indri Montolalu.

Baca juga:  Antisipasi Bencana, Kapolsek Dimembe Pantau Debit Air Sungai Talawaan

Dia meminta Bupati Minut Joune Ganda mengevaluasi Pj Hukum Tua Tarabitan, agar masyarakat dapat bekerja dengan tenang. “Kalau pada akhirnya hanya mau menekan warga dan tidak kapabel memediasi masalah, mending tarik kembali ke Pemkab. Turunkan ASN yang lebih berkualitas dan menjamin kenyamanan masyarakat,” tandas Indri. (*/adm)

Pos terkait