Police Line Akhirnya Terlaksana, Mamangkey Mengakui Objek Sengketa Memiliki SHM Sah

indoBRITA, Amurang – Jean Mamangkey juru bicara Jacoba Mamangkey (78) membenarkan, Sabtu (27/8/2022) pihak Polres Minsel telah mem-police line di objek sengketa (Batu Dinding, red). Tetapi, police line tersebut bukan di samping alat eskavator yang sementara bekerja. Dijelaskannya, kalau bisa police line dari batas kepemilikan antara Janny Sondakh dan Jacoba Mamangkey yang tak lain adalah orang tuanya.

”Ya benar, bahwa Polres Minsel telah mem-police line di objek sengketa. Namun, sekitar pukul 15.00 wita, saya dan suami bersama sejumlah media online juga ke objek sengketa. Tapi, kami tidak ke tempat alat berat. Hanya sampai dibatas antara kepemilikan Janny Sondakh. Kecurigaannya, ada yang coba-coba melakukan hal tak terpuji ketika Polres Minsel mem-police line. Tapi ternyata tidak sama sekali, dugaan diatas salah. Dan ternyata, police line benar ada tapi disamping alat berat,” kata Jean Mamangkey.

Baca juga:  Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, SBANL Ajak Bersatu Melawan Covid-19

Mamangkey menambahkan, alasan untuk segera di police line agar supaya, objek sengketa tersebut jadi status quo. Karena, dipandang perlu kami mengalami kerugian segala-galanya. Sebab, lahan milik orang tua resmi memiliki SHM. Makanya, karena masalah tersebut sudah ditangani Polres Minsel, berarti penyidik harus menghentikan aktifitasnya.

”Bahwa, dugaan penyerobotan dan pengrusakan oleh sejumlah oknum harus ditegakkan. Karena memang, kami rasa hal diatas wajib ditindaklanjuti. Artinya, keadilan harus diberikan. Apabila masalah diatas tak mendapat keadilan, maka pihaknya segera membawa ke Mabes Polri di Jakarta. Tetapi, syukur dan berterima kasih akhirnya Polres Minsel menseriusi kasus tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Iptu Lesly Lihawa dikonfirmasi sejumlah media online membenarkan bahwa pihaknya telah mem-police line di objek sengketa. Tapi, police line disamping alat berat. ”Saya juga hadir saat police line di objek sengketa. Saya juga ikut memasang pita kuning tersebut. Hanya saja, saat pemasangan pihaknya sempat bersitegang dengan salah satu oknum berinisial SW. SW mempertanyakan, kenapa di police line. Kami pun menjelaskan, kalau sekarang dugaan penyerobotan dan pengrusakan sementara berproses di Police line. Dengan demikian, kami ingatkan agar mulai saat ini tak bisa melanjutkan aktifitas pembongkaran,” jelas Kasat Reskrim.

Baca juga:  Ketua PN Manado Lantik Dua Hakim Ad Hoc PHI

Ditambahkannya, soal permintaan pelapor bahwa police line harus di pintu masuk objek sengketa. Namun, Kasat Reskrim menegaskan, bahwa alat berat tak bisa lagi dikeluarkan. Eskavator tersebut telah menjadi barang bukti, oleh sebab itu kami mem-police line disekitar alat berat.

”Yang pasti, kami harap kerjasama antara pihak penyidik dan pelapor, agar supaya kami bisa bekerja dengan leluasa. Serta, dibalik kasus ini akan ditemui siapa yang melakukan hal tak terpuji. Semoga, kami mendapatkan titik terang dan akan disampaikan kemudian,” ungkap perwira berhijab ini. (ape)

Pos terkait