Berita Batu Dinding tak Seimbang, Pengembang: Mestinya, Media Jangan Berpihak Satu Orang

indoBRITA, Amurang – Terkait dibayarnya perkebunan Waleimpisok batu dinding Kelurahan Buyungon oleh pengembang asal Kota Tomohon. Serta dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah mengakibatkan Jacoba Mamangkey dan anak-anak melapor ke Polres Minsel, Rabu (22/6/2022). Akibatnya, atas nama pengembang (investor, red) mengaku kecewa dengan pemberitaan sepihak.

”Ya, saya atas nama pengembang atau investor angkat suara terkait pemberitaan disejumlah media. Jadi, kalau boleh beritanya harus seimbang. Tapi, ternyata beritanya justru berpihak ke pelapor,” tanya Stevi Wongkar, mewakili pengembang ketika menghubungi indoBRITA.co.

Katanya, semestinya dalam pemberitaan tersebut tidak bisa dicantumkan nama seseorang yang memiliki hubungan erat dengan petinggi. ”Sekali lagi, jangan libatkan nama oknum tersebut. Kalau anda profesional, harus juga konfirmasi dengan kami. Dalam pemberitaannya, anda menulis saya berkaitan erat dengan dugaan diatas tidak masalah,” tegasnya.

Sekali lagi, jelas Stevi Wongkar dugaan kasus diatas, pihaknya tak pernah menghambat.

”Silahkan, tante Jacoba Mamangkey dan anak-anak melapor ke Polres Minsel. Ingat, kami memiliki bukti kuat dan akan kami lapor balik. Tante Coba, jangan menyesal kemudian,” jelasnya.

Menurutnya, berita yang ada saat ini sepihak. Kenapa? Karena jelas tak ada konfirmasi dengan pengembang.

Baca juga:  72 Pekerja di PHK PT London Sumatera, Komisi III Siap Turun Lapangan

”Saya kecewa dengan berita saat ini. Tidak konfirmasi, harusnya saya-lah yang dilapor,” tegas Stevi keras.

Supaya diketahui, sertifikat hak milik (SHM) No.00701 atas nama Jacoba Mamangkey adalah palsu.

”Pembuatan sertifikat tidak memiliki warka dari kelurahan dan kecamatan. Didalamnya juga dari Kantor BPN Minsel. Sayangnya, tante Coba mengancam akan melapor sampai Mabes Polri kalau masalah ini tak tuntas,” sebutnya.

Stevi menambahkan, jangan main-main dengan hukum. Masalahnya, cari solusi kan baik. Tapi, keluarga Mamangkey langsung ambil tindakan dengan cara melapor Polres Minsel.

”Yang pasti, seandainya sayalah yang berpihak dengan mendapatkan bukti akurat. Maka dipastikan akan saya lapor balik tante Jacoba dan anak-anak. Lagi pula, terlihat dengan jelas pemberitaannya sepihak,” ungkapnya minta harus seimbang.

Stevi menyebut, bahwa sebelum terjadi jual beli tanah tersebut. Dugaan keras, tanah itu bukan hak.milik Jacoba Mamangkey.

”Olehnya, sekali lagi pihak kami sedang mengumpulkan data terbaru. Saya janji, akan mendapatkam bukti baru. Agar masalah laporan terkait dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah tidak benar. Tunggu saja, pasti semuanya akan terbongkar,” tukasnya.

Menjadi pertanyaannya, Sabtu (27/8/2022) Kasat Reskrim Iptu Lesly Lihawa ke Batu Dinding. Tanpa bertanya-tanya langsung perintahkan pekerjaannya dihentikan. Sebab, pihaknya (Polres) Minsel akan mem-police line.

Baca juga:  Aparat Desa Boyongpante Dianiaya Pakai Parang, Polisi Amankan Pelaku

”Saya katakan, bahwa kenapa pihak Polres Minsel tidak menjelaskan duduk persoalan sehingga masalah ini sudah ada di Polres. Tapi, pihak Kasat Reskrim mengundang pengembang/investor untuk hadir, Senin (29/8/2022) di Polres. Biar katanya, antara pelapor dan terlapor bersaman akan ada pembicaraan. Tapi sayangnya, justru Jacoba Mamangkey dan anak-anak tak terlihat di Polres,” sesalnya.

Dalam penjelasan Kasat Reskrim di Batu Dinding akan mengundang Lurah Buyungon, Camat Amurang, Kepala BPN Minsel.

”Tapi sayang, karena justru pelapor Jacoba Mamangkey tidak terlihat batang hidungnya.Sesal memang, tidak datang justru beritanya sepihak,” tekannya.

Asumsinya, bahwa pihak pengembang lagi tunggu keterangan dari kelurahan Buyungon, Camat Amurang serta pihak BPN. Kalau mereka tidak bisa tunjukan warka tanah. Maka tante Coba akan dilapor balik.

”Kalau kami lapor balik, maka dipastikan tante Coba-lah yang adalah ‘mafia tanah’. Dan saya tak akan maafkan dia. Itu pasti, sudah pencemaran nama baik. Makanya, kami siap melawannya,” pungkas Stevi dengan nada keras lagi. (ape)

Pos terkait