Kasat Reskrim : Batu Dinding Jadi Status Quo!

indoBRITA, Amurang – Polres Minahasa Selatan, Selasa (30/8/2022) lalu telah menggelar perkara khusus. Gelar perkara khusus tersebut menghadirkan pelapor Jacoba Mamangkey serta anak Jean Mamangkey. Sementara terlapor Joike Wongkar diwakili Stevi Wongkar. Selain pelapor dan terlapor, juga hadir pengawas internal, kasiwas dan lainnya.

Kasat Reskrim Iptu Lesly D Lihawa, SH, M.Kn menjelaskan, bahwa dari hasil gelar perkara khusus, pihaknya lebih dahulu mendengar persoalan masing-masing dari pihak pelapor dan terlapor. ”Dari gelar perkara khusus tersebut, dari penyampaian kedua belah pihak masing-masing mempunyai dasar. Kalau pelapor memiliki sertifikat yang diterbitkan BPN Minsel. Sedangkan terlapor memiliki AJB yang dikeluarkan Camat Amurang selaku PPATS,” kata Kasat Reskrim.

Lanjut Kasat Reskrim pertama wanita, jadi baik pelapor maupun terlapor memiliki dukunen negara. Sehingga dalam kasus ini, pihaknya melihat kepemilikan sah. Nah, untuk itu perlu dilakukan gugatan ke PTUN Manado. Hal ini agar bisa melihat keabsahan kedua dokumen tersebut.

Baca juga:  Wakapolda Sulut Buka Taklimat Awal Audit Kinerja Tahap I TA 2022

”Jadi, dari hasil PTUN sekaligus untuk menguji apakah keabsahan antara sertifikat dan AJB. Mana yang lebih berhak, khusus hal diatas pelapor tak lagi perlu ke PTUN kecuali konsultasi saja,” ujarnya.

Tambahnya, silahkan Jacoba Mamangkey maupun Stevi Wongkar menunggu sementara waktu. Karena, Kasat Reskrim dan tiem sedang melakukan penyelidikan proyek tersebut.

”Dari penjelasan SW, bahwa mestinya pelapor melapor kepada SW bukan JW. Karena, JW adalah orang kerjanya. Dia (JW, red) hanya sebagai pengawas proyek. Maka dari itu, yang bertanggungjawab di proyek Batu Dinding adalah SW,” jelas Kasat Reskrim sebagaimana penuturan SW dalam keterangannya.

Baca juga:  Respon Cepat, Tim Buser Polres Minahasa Ringkus Pelaku Pembunuhan di Watulaney

Menurut Kasat Reskrim lagi, dalam proyek Batu Dinding, baik SW maupun JW adalah penanggungjawab dan pengawas. Dengan demikian, pihaknya sedang melanjutkan penyelidikan.

”Dengan demikian, Iptu Lesly Lihawa menegaskan, proyek Batu Dinding akhirnya di Police Line. Berarti, Batu Dinding, status quo. Namun sebelumnya, Sabtu (27/8/2022) Polres Minsel telah mempolice line dalam kaitan agar alat berat tidak lagi melakukan aktifitas di Batu Dinding. Dan kabar, Senin (29/8/2022) alat berat eskavator sudah diangkut pemiliknya. Jadi, kita tunggu saja hasil perkembangannya,” ungkapnya. (ape)

Pos terkait