Lulus Penulisan Makalah, Calon Sekdaprov Sulut Tatap Tes Wawancara

indoBRITA, Manado – Berhasil melewati tahapan penulisan makalah, kini Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Utara (Sulut) memasuki tes akhir yaitu wawancara.

Tes wawancara memiliki bobot tertinggi dalam seleksi terbuka Sekdaprov Sulut ini. Di mana, bobotnya 35 persen. Diketahui, tahapan lainnya yakni seleksi administrasi dan rekam jejak bobotnya hanya 20 persen. Tahapan penulisan makalah juga demikian 20 persen. Yang sedikit di atas itu tahapan asesmen tes dengan bobot 25 persen.

Oleh karenanya, lima peserta Calon Sekdaprov Sulut harus tampil maksimal di tes wawancara ini. Jika berhasil meraih nilai tertinggi di tes ini, kemungkinan besar peserta dapat ‘tiket’ mulus menunggangi DB 6.

Namun demikian, para calon Sekdaprov Sulut yang merupakan birokrat handal Pemprov Sulut harus melewati tes akhir ini dengan diwawancarai lima orang Panitia Seleksi (Pansel) yang diketuai oleh Agus Fatoni (Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri). Tes wawancara ini direncanakan dilaksanakan pada 6 September 2022.

Baca juga:  Pemprov Sulut Gelar Ratek Penyempurnaan SOP UPTD dan Cabdin

Sebelumnya, Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara telah memplenokan hasil tes penulisan makalah sehingga siap untuk diumumkan kepada publik.

“Pansel telah mengadakan rapat pleno di mana dalam rapat tersebut dipaparkan juga nilai yang diberikan oleh masing-masing Pansel kepada setiap peserta,” jelas Ketua Pansel Agus Fatoni.

Dalam rapat pleno tersebut juga telah diputuskan bahwa kelima orang yang telah mengikuti tes penulisan makalah tersebut berhak untuk mengikuti tes wawancara yang sedianya akan dilaksanakan pada Hari Selasa, 6 September 2022.

“Pansel sepakat dan memutuskan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta membuktikan kemampuan mereka masing-masing,” ujarnya.

“Kami mempertimbangkan bahwa antara tes penulisan makalah dan wawancara dapat saling melengkapi, itulah sebabnya kami memutuskan untuk meluluskan kelima orang peserta tersebut,” tambahnya.

Baca juga:  Bupati dan Wabup FDW-PYR Hadiri Rapat Koordinasi Evaluasi di Aula Mapalus

BERIKUT HASIL TES PENULISAN MAKALAH:

Dalam tes wawancara nantinya, akan diberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada pansel untuk mengukur dan menilai kompetensi masing-masing peserta tidak hanya berdasarkan makalah yang ditulis, tetapi juga karakter dan kepribadian yang dimiliki termasuk kematangan emosional serta sikap pamong.

“Tujuannya hanya satu, ingin menemukan seorang sekretaris daerah yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis dan manajerial yang mumpuni tetapi juga kecerdasan emosional yang tinggi dan terasah, mengingat beban dan tanggung jawab yang harus dipikul nantinya. Jika seorang sekretaris daerah, yang notabene seorang top leader dalam pemerintahan setelah Gubernur dan Wakil Gubernur, tidak dapat merangkul para kepala perangkat daerah yang menjadi rekan sekerjanya, tidak dapat menjadi jembatan penghubung dengan lembaga pemerintah lainnya maka hal tersebut akan sangat berdampak pada kinerja pemerintahan di masa yang akan datang,” pungkasnya.(sco/*)

Pos terkait