Tidak Digubris, Kuasa Hukum Suando Sidauruk: Segera Kirim Somasi ke-2

indoBRITA, Jakarta – Kasus pencemaran nama baik yang menimpa orang tua (mama,red) Filce Tompunu yaitu Ny Evie Tompunu-Manimpurung belum ada titik temu. Bahkan, minggu kemarin FT melalui kantor pengacara LBH PK Waskita, Jakarta telah mengirim somasi ke-1. Namun, sepertinya penjabat hukum tua Desa Temboan DK tidak menggubrisnya. Akibatnya, kuasa hukum Suando Sidauruk, S.Kom SH menegaskan akan mengirim somasi ke-2. Sepertinya, somasi ke-1 oknum penjabat hukum tua tidak koperatif.

”Jadi, apabila sampai minggu berjalan ini, oknum penjabat hukum tua Desa Temboan DK tak mengindahkan surat somasi ke-1. Maka, dipastikan pihaknya langsung mengirim somasi ke-2. Tentunya, kata advokat berdarah Batak, surat somasi kedua dikirim dengan alamat desa Temboan,” ujar Suando Sidauruk.

Menurutnya, mungkin oknum penjabat hukum tua DK telah mengklarifikasi. Akan tetapi, pihaknya tidak mendapat kopiannya. Maka dari itu, kliennya meminta untuk segera mengirim somasi ke-2. Biar dia tahu, kalau kami serius dengan masalah ini.

”Nah, penempatan penjabat hukum tua oleh Bupati Minsel banyak cacat hukum. Maksudnya, penjabat hukum tua sesuai aturan diangkat dari ASN. Namun demikian, banyak diantara penjabat hukum tua harus memiliki SDM juga SDA. Jangan, setelah dipercayakan bupati langsung mengambil inisiatif sendiri. Banyak lagi, penjabat hukum tua arogansi terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga:  Didampingi JWS, Gubernur Sulut Tandatangani Prasasti DAK SMA-SMK

Menjadi pertanyaan kami, setelah somasi 1 dilayangkan, sepertinya yang bersangkutan tidak menanggapi dengan serius. Maka pengacara Filce Tompunu dari LBH PK Waskita, Jakarta segera melayangkan somasi ke-2.

”Oknum penjabat hukum tua Desa Temboan, DK sejak dipercayakan bupati Minsel, usulan masyarakat tidak diterima. Malahan, informasi yang kami terima banyak penerima keluarga manfaat (PKM) Bantuan Langsung Tunai (BLT) harus tunduk kepadanya,” tegas advokat yang sukses memenangkan kasus-kasus korupsi di Jakarta.

Sidauruk menegaskan, ini pentahapan upaya hukum, sebelum dibuatkan laporan polisi. Rencananya, LP akan disampaikan ke Polda Sulut. Apabila setelah somasi ke-2 tidak diindahkan. Selain akan dilaporkan ke polisi, pihak kami juga akan mengajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Amurang.
Tentu saja proses ini memerlukan waktu, tapi paling tidak akhir November 2022 upaya hukum sudah berjalan. Kita tunggu saja.

Baca juga:  Kapolres Minsel hadiri upacara pembukaan Diklat Integrasi Dikmaba TNI AD dan Diktukba Polri

”Kan, somasinya dikirim ke bupati Minsel, Kapolres Minsel serta tembusan Kapolsek Tombasobaru. Saya pesankan wartawan, konfirmasi ke bupati soal somasi 1 yang dikirim ke bupati melalui WAG. Karena, sampai hari ini, belum ada tanggapan dari bupati. Sampaikan lagi, apakah bupati dapat laporan masyarakat atas ulah oknum penjabat hukum tua Temboan yang arogan. Serta meresahkan masyarakat, paranya menggunakan bahasa – bahasa kasar dan tidak patut disampaikan disetiap sambutan,” pintanya

Kabag Hukum Setdakab Minsel Yenni Leode, SH ketika dikonfirmasi soal somasi Filce Tompunu kepada oknum penjabat hukum tua Desa Temboan DK belum diketahuinya. ”Soal hal itu, silahkan konfirmasi ke bupati Minsel atau ke BKDD Minsel. Kenapa juga ke BKDD, karena penjabat hukum tua adakah ASN. Tetapi, sebaiknya disarankan langsung ke bapak bupati,” sebut Leode, Kabag Hukum perempuan pertama. (ape)

Pos terkait