Hendro Satrio Optimistis Proyek Jalan di Sangihe dan Talaud Selesai Tepat Waktu

Kepala BPJN Sulut, Hendro Satrio (Foto: kumparan)

indoBRITA, Manado-Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) terus menggenjot pembangunan infrastuktur di daerah Nyiur Melambai.  Dengan kucuran dana sebesar Rp648 miliar untuk tahun 2022, BPJN Sulut berupaya melaksanakan pembangunan secara merata di semua kabupaten dan kota di provinsi paling utara di Pulau Sulawesi ini.

“Pembangunan menyebar di semua kabupaten dan kota. Kita lihat kebutuhan,”  kata Kepala BPJN Sulut Hendro Satrio Muhammad Kamaludin saat dihubungi Senin (12/9/2022).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Gaghana Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

Termasuk dalam skala prioritas BPJN Sulut adalah wilayah kepulauan.  Tahun ini,  BPJN Sulut mengebut proyek fisik jalan Melongoane- Rainis di Kabupaten Kepulauan Talaud dan jalan lingkar di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Pengerjaan proyek meliputi pengaspalan, reservasi, pelebaran bahu jalan dan cattingan. Dua proyek ini sama-sama bernilai Rp22 miliar. Hendro optimistis proyek selesai akhir tahun 2022. “Pengerjaan proyek berjalan sesuai rencana,” ucapnya.

Hendro menyebut jika BPJN juga sudah menandatangani kontrak multi years untuk Jalan Esang -Rainis sepanjang 23,4 kilo meter. Anggaran untuk tiga tahun anggaran, 022-2024 ini sebesar Rp204 miliar,” kata Hendro.

Baca juga:  Dukung Pemulihan Pariwisata, Garuda Indonesia Hadirkan GOTF dengan Diskon Tiket Hingga 85 Persen

Pengerjaan proyek multi years ini menurut dia dimulai tahun ini, termasuk penggantian lima jembatan kayu di Esang Rainis. Jembatan dengan panjang jembatan 120 meter ini nilai kotraknya Rp44 miliar. ”Ada penggantian lima jembatan kayu menjadi jembatan beton,” ujarnya.

Untuk tahun depan, BPJN Sulut akan mengerjakan Jembatan Panding yang rangkanya memakai baja dan lantainya memakai kayu. Hendro berharap kontraktor pelaksana proyek kerja cepat sesuai dengan tahap-tahapan dan spesifikasi. “Semoga tidak ada kendala yang berarti, termasuk pengangkutan bahan material yang menggunakan  kapal tongkang dari Bitung ke Sangihe dan Talaud,” kata Hendro lagi. (*/adm)

Pos terkait