PNNS 2022: Semua Potensi Digabungkan, Tidak Hanya Cantik dan Berpengetahuan

indoBRITA, Manado – Pemilihan Nyong dan Noni Sulut (PNNS) 2022 diharapkan menjadi duta daerah untuk mempromosikan pariwisata ke tingkat nasional ataupun hingga mancanegara.

“Simple saja yang utama yang harus dimiliki oleh Nyong Noni Sulut adalah menggabungkan semua potensi. Tidak hanya cantik, berpengetahuan, berani dan mampu mengontrol dengan brain,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, Henry Kaitjili saat membuka Pemilihan Nyong Noni Sulut di Mercure Manado Tatelu Resort & Convention, Senin (12/09/2022).

Birokrat yang banyak melalangbuana di luar negeri ini, mengingatkan kepada peserta untuk mengenal pariwisata, budaya dan ekonomi kreatif yang merupakan prime over pembangunan Provinsi Sulut.

“Terutama lebih kepada sustainable tourism yang mengembangkan ramah lingkungan. Jadi pariwisata bukan sekedar jalan-jalan, tetapi bagaimana membuat orang datang ke Sulut,” tandasnya.

Kaitjily juga memberikan masukan kepada para peserta PNNS 2022, yang datang dari sebelas kabupaten/kota di Sulut. Menurut dia, menjadi Nyong Noni Sulut 2022, harus mengenal daerah beserta potensinya masing-masing sesuai dengan utusan kabupaten/kota di Sulut.

Baca juga:  Bila Pelantikan 20 September, Mitra dan KK Diisi Penjabat

“Jangan sampai ketika ditanya peserta tidak mengetahui tentang potensi daerahnya. Karena Nyong Noni Sulut ini dipilih oleh kabupaten/kota melalui satu proses untuk dikirim ke provinsi untuk mengikuti pemilihan,” jelasnya.

Para peserta juga, lanjut Kaitjily, harus tahu perkembangan saat ini.

“Termasuk apa yang sedang dilakukan Indonesia saat ini, yakni G20 yang digelar di Bali,” ujarnya sembari menambahkan bahwa menjadi suatu kebanggaan bagi peserta ketika dapat mengikuti seleksi. “Kalau sampai di tahapan ini merupakan suatu kebanggaan, baik pribadi, keluarga dan daerah,” tandasnya.

Di sisi lain, Kaitjily mengatakan PNNS bukan hanya sekadar menjadi ajang seremoni.

Baca juga:  Sinergi Kemenparekraf-Komisi X DPR RI Bersama Dispar Sulut Dukung Pengembangan SDM

“Ini bukan kegiatan biasa saja tetapi ajang kabupaten/kota untuk mengirimkan wakilnya untuk mengikuti proses seleksi. Karena mereka akan dibekali pengetahuan dan mengenal satu dengan lainnya, sampai kemudian akan terpilih best of the best,” ujarnya.

Terkait absennya empat daerah yang tidak mengirimkan wakilnya, ia mengaku sangat menyesal. Di mana ada empat daerah yang tidak mengirimkan wakilnya, yakni Minahasa Selatan, Kotamobagu, Bolaang Mongondow Selatan dan Talaud.

“Ini bukan soal anggaran, karena yang sebenarnya adalah mempersiapkan sumber daya manusia untuk mempromosikan pariwisata,” tandasnya.

Ketua Panitia Jhon Lumopa menyampaikan ke-22 peserta Nyong Noni Sulut akan mengikuti karantina selama 12-18 September 2022.

“Mereka akan mengikuti pembekalan diri, peningkatan pengetahuan, sejumlah materi, road show dan talent show di Mantos. Untuk kepanitiaan, terdiri dari unsur pemerintah Sulut,” katanya.(sco/*)

Pos terkait