Wagub Kandouw Sebut Pentingnya Data untuk Perangi Kemiskinan

indoBRITA, Manado – Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Registrasi Sosial Ekonomi di Hotel Aryaduta Manado, Rabu (14/9/2022).

Dalam sambutannya, Wagub Kandouw mengutip sebuah buku Sun Tzu mengenai strategi perang, yaitu dalam berperang akan setengah langkah menang apabila sudah tahu persis siapa musuh, situasi dan kondisi musuh.

Bacaan Lainnya

“Analogi ini cocok buat kita apabila kita memerangi musuh kita kemiskinan. Apabila kita sudah tahu persis kondisi keadaan dan mana-mana musuh kita, alias menata kemiskinan ini, maka kita sudah 50 persen berhasil memerangi kemiskinan,” ucapnya.

Untuk itu, kata dia, betapa pentingnya data unt

“Saya orang yang selalu berpikir untuk mengedepankan data dan saya sangat tidak percaya dengan data-data yang keluar bukan dari BPS,” sambungnya.

Baca juga:  Begini Harapan Fatoni kepada Ketua DPRD Sulut Andi Silangen

Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyampaikan tentang menghadiri undangan Presiden Joko Widodo.

Presiden mengundang beberapa provinsi dan kabupaten/kota dalam kegiatan untuk memerangi, mengurangi ancaman inflasi daerah karena di dunia ini ancaman inflasi menakutkan di Eropa sudah 9 persen bahkan di Amerika sudah 11 persen.

“Untuk itu, pemerintah pusat mengupdate suatu kebijakan yang baru untuk tambahan BLT yang diambil 2 persen dari anggaran DAU sekitar 7 triliun dan 30 persen dari anggaran tidak terduga sekitar 16 triliunan, yang harus disalurkan di triwulan terakhir ini,” jelasnya.

Wagub menyampaikan bahwa Program BPS ini sangat membantu. Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah. Olehnya diperlukan kolaborasi dan integritas.

“Dalam hal ini perlu ada kolaborasi lebih lanjut dan tetap perlu ada integritas dari kita semua. Apapun teknologinya kalau integritas kita tidak ada, ini berbahaya,” tambahnya.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini juga mengingatkan kepada TAPD perencanaan bahwa dalam melakukan penetrasi program itu memerlukan data, dan bukan anggaran yang selalu menjadi panduan.

Baca juga:  Irup HUT ke-56 Provinsi Sulut, Gubernur Olly Tampil dengan Kuning Keemasan

“Yang paling penting itu adalah data karena data itu adalah acuan penetrasi kita. Outcomenya lebih banyak walaupun anggaran banyak tapi tidak memiliki data yang adanya Output. Output tidak ada outcomenya yang ibaratnya kita menabur garam di pantai dan ini akan sangat mubasir anggaran-anggaran kita,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Provinsi Sulut Asim Saputra mengucapkan terima kasih kepada Wagub Steven Kandouw, Pemprov Sulut atas dukungannya sehingga Sensus Penduduk 2020 Lanjutan dapat terlaksana dengan baik.

“Ketika kami di tahun lalu telah melaksanakan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan dan dukungan Bapak Wagub sangat luar biasa sehingga kita bisa selesaikan Sensus Penduduk 2020 Lanjutan,” ucapnya.

Selanjutnya dilakukan Penandatanganan Piagam Dukungan dan Komitmen serta penyerahan plakat.

Hadir dalam kegiatan, Deputi Bidang Neraca BPK Edy Mahmud, kepala BPKP Provinsi Sulut Belingan Sembiring, Kakanwil Direktorat Jendral Pebendaharaan, Forkopimda Provinsi Sulut dan Pejabat Instansi Vertikal di Provinsi Sulut.(sco/*)

Pos terkait