Rapat Banggar DPRD dan TAPD Pemprov Sulut, Liputo-Sondakh Pertanyakan PAD yang Turun Drastis

indoBRITA.co, MANADO – Dalam rapat Badan Anggaran (BANGGAR) DPRD Provinsi Sulut bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Sulawesi Utara, Kamis (15/9/2022), Amir Liputo menyinggung persoalan terjadinya penurunan pendapatan di sektor retribusi Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Liputo, selama 20 tahun dirinya berkarir di DPRD Sulut baru kali ini terjadinya penurunan pendapatan.

Bacaan Lainnya

“Bagi saya, separuh hidup saya selesai di DPRD. Untuk pertama kali saya menyaksikan APBD ada pengurangan pendapatan fantastis. Biasanya kalau APBD perubahan, kami senyum sejak pagi, karena kami akan menyaksikan ada Silpa disana dan ada pertambangan disana serta ada harapan bagi kami untuk memasukan aspirasi,” ungkap Amir Liputo.

Baca juga:  ADVETORIAL: DPRD Sulut Resmi Tetapkan APBD-P 2017

Liputo pun menambahkan bila PAD itu dicapai maka dipastikan aspirasi hasil reses juga akan terakomodir.

“Kita berambisi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp480 Miliar bisa dicapai. Dengan PAD Rp 480 Miliar, semua hasil reses dan aspirasi dapat terakomodir,” ujar politisi PKS Sulut ini.

Amir Liputo bahkan heran, pada tahun 2020 disaat masa pandemi APBD Sulut khusus semua pendapatan meningkat.

“Kenapa setelah pandemi mulai berlalu, pendapatan justru terkoreksi sekarang. Apakah kalau angin kencang kita mampu berlayar, tapi justru kita jatuh di angin sepoi-sepoi,” pungkas Amir Liputo yang langsung meminta penjelasan Ketua TAPD Sulut terkait penurunan pendapatan tersebut.

Baca juga:  Sambut Paskah, Ini yang Dilakukan Setwan Sulut di Gedung Kantor DPRD

Sama halnya dengan Amir Liputo, politisi Partai Golkar Inggried JNN Sondakh, juga mengaku kaget dengan adanya penurunan pendapatan yang drastis ini, bahkan dirinya mengakui srlama 3 periode dirinya duduk di BANGGAR DPRD Sulut baru kali ini terjadi penurunan seperti ini.

“Saya kurang lebih 3 periode duduk sebagai Badan Anggaran, sejujurnya saya penasaran karena memang baru ini mendapati pendapatan yang menurun drastis seperti ini, dan akan sangat berpengaruh pada belanja dan APBD mendatang.,” ungkap Sondakh.

Inggried pun mempertanyakan metode perhitungan dan penetapan target PAD, yang dilakukan oleh TPAD Sulut.

“Dalam menetapkan PAD tentu ada yang realistis dan optimis, dari target Rp196 M menjadi Rp480 M siapa yang menghitung menetapkannya, bagaimana perhitungannya”, pungkas Srikandi Partai Golkar ini. (***/Ein)

Pos terkait