Pemkab Minsel tak Sungguh-sungguh Bangun Pariwisata, Padahal Memiliki RIPPDA?

indoBRITA, Amurang – Kerinduan masyarakat dalam rangka membangun pariwisata di Minahasa Selatan, sepertinya bagai mimpi siang hari. Padahal, Minsel sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPDA). Akan tetapi, percuma keseriusan Pemkab saja tak ada.

Demikian pertanyaan Jes Lonteng, tokoh masyarakat Desa Ritey Kecamatan Amurang Timur ketika hadir di Musrenbang Desa belum lama. ”Saya melihat, kalau pemkab Minsel tak sungguh-sungguh membangun pariwisata Minsel. Minsel jelas memiliki nuansa lain dan berbeda dengan pariwisata di kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. Tapi, sepertinya tak bakalan dibangun dengan APBD induk,” tanya Lonteng.

Menurutnya, seharusnya objek wisata yang masuk prioritas itu lebih dulu dibangun. Salah satu contoh ditetapkan 9 desa wisata. Artinya, anggaran tersebut belum seberapa diambil dari APBD induk. Namun demikian, dijamin bahwa sampai berakhir periode bupati FDW dan wakil bupati PYR tak bakalan dikembangkan.

Baca juga:  PADK Menolak Gerakan Pramuka Dibawa ke Ranah Politik

”Khusus desa Ritey, kata mantan Hukum Tua ini menjelaskan, ada beberapa lokasi wisata. Tapi sayang, beberapa kali disampaikan diusulkan melalui Musrenbangdes tak pernah terealisasi. Desa Ritey ada air terjun Malulu dan air terjun Sasangiran. Kedua objek wisata tersebut memiliki keunikan berbeda, seperti goa, kelelawar dan yaki. Usulan di Musrenbangdes biar kiranya diteruskan ke Musrenbang kecamatan hingga Musrenbang kabupaten,” ujar Lonteng.

Sementara kata Lonteng lagi, menjadi pertanyaannya apakah pemkab Minsel akan sangat serius membangun pariwisata Minsel? Tentunya, hal diatas baginya tak menjamin. Walau kita tahu untuk membangun pariwisata, sudah barang tentu memiliki Perda RIPPDA.

Baca juga:  Mengasihi, Melayani, Mensejahterakan Berbuah Manis di 2 Tahun Kepemimpinan VAP-Jo

Ditemui terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jonas Salele, SIP menyebut, persyaratan dalam rangka mendapat dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan wisata wajib memiliki RIPPDA. ”Jadi, untuk Minsel sendiri sudah memiliki Perda RIPPDA. Soal pertanyaan Jes Lonteng, tokoh masyarakat Desa Ritey bukan haknya menjawab. Ajaknya, awak media langsung konfirmasi kepala dinas atau bupati juga wakil bupati. Tetapi, optimisnya pemkab Minsel bakal dengan gencar membangun pariwisata Minsel,” jelas Salele. (ape)

Pos terkait