Geger, MS Oknum Pengacara Masuk DPO Polres Bitung

dPO Polres Bitung.(ist)

indoBRITA, Bitung— MS salah satu oknum pengacara , kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Polres Bitung.

Hal ini terungkap dari selebaran yang beredar di Group WhatsApp, MS ditetapkan sebagai DPO oleh Polres Bitung melalui surat dengan Nomor: DPO/20/VIII/2022/Reskrim/Res Bitung tertanggal 8 Agustus 2022.
Dalam surat yang menyertakan foto close up MS, diberikan keterangan Untuk diawasi/diminta keterangan/ditangkap/diserahkan ke Sat Reskrim Polres Bitung atau menghubungi penyidik IPTU Demron Talolang SIP, 085298450523.
Penetapan DPO tersebut terkait adanya laporan polisi oleh salah satu pelapor berinisial MP, atas tindakan pidana pencurian barang milik pribadi.
Kanit III Unit Tipidter Satreskrim Polres Bitung Demron Talolang, saat dikonfirmasi wartawan menjelaskan, MS ditetapkan sebagai DPO karena tidak pernah hadir untuk memberikan keterangan. Pihaknya hanya menerima balasan surat dari yang bersangkutan.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Musda ke-12 KNPI Kota Bitung Resmi Dibuka

“Yang bersangkutan tidak pernah hadir memenuhi panggilan penyidik untuk memberi keterangan,” ujar Talolang, Rabu (21/9/2022).

Menurut dia, Bukan hanya itu, MS juga ada laporan polisi (LP) terhadap MP, namun sampai saat ini, MS tidak pernah bisa membuktikan laporan tersebut. “Dia juga ada laporan perdata kepada MP, tapi sampai saat ini yang bersangkutan tidak bisa membuktikan laporan tersebut,” katanya.

Sementara itu laporan dari MP terkait pemalsuan dokumen yang dilakukan oleh oknum pengacara MS belum bisa diproses karena terkendala keterangan.
Kami terkendala keterangan dari MS, sebab yang bersangkutan tidak pernah hadir untuk memberi keterangan kepada penyidik. Sehingga pihaknya sudah menetapkan oknum pengacara tersebut sebagai DPO,” ungkap Talolang.
Polres Bitung melalui Unit III Tipidter mengimbau bagi masyarakat yang mengetahui keberadaan saudara MS, agar segera melapor. “Silahkan masyarakat menghubungi Kanit III Tipidter, Demron Talolang melalui nomor 085298450523,” jelasnya.

Baca juga:  Jelang Natal dan Tahun Baru, PT MNS Gelar Pasar Murah

MS saat dikonfirmasi melalui pesan massenger mengatakan, ada gugatan terhadap objek yang sama dengan objek laporan, tapi penyidik mencoba tabrak aturan, makanya penyidik sementara dalam proses dilaporkan di Mabes Polri, ujar MS.

MS menduga penyidik memihak dan tidak profesional dalam menjalankan tugas.

“Kriminalisasi di lakukan ke saya, bahkan setelah ada gugatan perdata terhadap objek yg sama dengan pokok laporan pidana, penyidik menyepelekan perma nomor 1, penyidik menurut saya tidak melaksanakan aturan undang-undang namun menghalalkan segala cara sebagai bentuk keberpihakan, sangat tidak patut tindakan penyidik tersebut. Kapolri seharusnya memperhatikan tindakan polisi yg ada di daerah yg tidak mematuhi aturan, bukan hanya memperhatikan kasus di pusat yg diperhatikan publik,” katanya.

“Polri jangan cuma pencitraan, tapi tegakan hukum, jangan berpihak,” tutupnya.(*)

Pos terkait