Ketua YJI Sulut Perkuat Sosialisasi Penyakit Jantung

indoBRITA, Manado – Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Sulawesi Utara dr Devi Kartika Kandouw-Tanos menyayangkan masih banyak masyarakat yang tak peduli dengan kesehatan jantung. Padahal, penyakit ini merupakan nomor satu pembunuh di dunia.

Kekecewaannya itu karena melihat animo pengunjung di Megamall Manado saat acara World Herth Day, Kamis (29/9/2022), masih kurang.

Bacaan Lainnya

“Ternyata torang musti buat kegiatan yang lebih banyak lagi di tempat keramaian. Salah satunya di mall,” ujar dr Devi di sela-sela World Herth Day di Megamall.

Sosialisasi gencar dilakukan. Bahkan, kata dr Devi, kegiatan serupa direncanakan diadakan di kabupaten/kota di Sulut.

“Saya rasa sampai saat ini kita terus meningkatkan sosialisasi ke masyarakat. Karena kalau dilihat seperti ini, kadang kala orang hanya sepintas saja. (Tapi) ada yang betul-betul mendengarkan,” tuturnya.

Baca juga:  Bawa Bantuan, Membatik hingga Hibur Bayi di Lapas Tomohon, Cara dr Devi Sambut HAN 2021

Istri Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw ini pun memberikan sanjungan kepada pengunjung mall yang ikut berpartisipasi pada kegiatan yang terjalin atas kerja sama antara Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) dan YJI Cabang Manado.

“Tadi ada yang langsung melakukan pemeriksaan diri. Mereka mementingkan kesehatan. Dan acara ini memang banyak faedah, banyak manfaatnya,” tukasnya.

Kegiatan ini harus didukung. Ujar dr Devi, kesehatan sangatlah mahal. Sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan, perlu pemahaman terkait pencegahan.

“Kita beri sosialisasi ke masyarakat cara hidup sehat. Dengan cara seperti apa? Ya, yang merokok berhenti. Terus yang suka makan kolestrol sudah boleh dikurangi. Kemudoan olahraga rutin, hindari stres,” ungkapnya.

Baca juga:  Ketua INNS Sayangkan Empat Daerah tak Ikuti Pemilihan Nyong Noni Sulut 2022

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Kepala Dinas Kesehatan Daerah dr Debie Kalalo mengajak seluruh masyarakat Sulut, agar mencegah penyakit jantung dengan pola hidup sehat.

“Jaga pola hidup sehat dengan istirahat cukup, hilangkan stres, olahraga yang cukup, dan berhenti rokok,” kata Kalalo.

Dikatakan Kalalo, dengan menerapkan pola hidup sehat pasti akan menjadikan jantung sehat.

“Giatkankan juga germas hidup sehat, agar jantung sehat serta terus berpikir positif. Dengan begitu, setiap orang perlu menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung dengan baik,” imbuhnya.

Diketahui saat ini kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit jantung dan kardiovaskular masih minim. Dengan alasan inilah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan tanggal khusus memperingati Hari Jantung Sedunia, pada tanggal 19 September.

Ini adalah peringatan tahunan yang diadakan untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung dan memahami berbagai risiko penyakitnya.(sco)

Pos terkait