Maman Suherman Harap Festival Literasi Malut 2022 Jadi Pemantik Kegiatan Keliterasian Selanjutnya

Maman Suherman (Foto: Greinny/IBC)

indoBRITA, Sofifi-Festival Literasi Maluku Utara (FLM) 2022 dihadiri berbagai kalangan. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran pegiat literasi terkenal Indonesia, Maman Suherman.

Saat ditemui wartawan di acara pembukaan yang digelar di Aula Lantai II Kantor Gubernur Malut, Senin (3/10/2022), Maman mengapresiasi pelaksanaan FLM 2022. Wartawan senior dan salah satu penulis top Indonesia itu berharap Festival Literasi bisa dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten sehingga berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Festival Literasi Malut 2022 baik. Saya berharap ini bukan yang pertama dan terakhir, tapi menjadi pemantik untuk kegiatan keliterasian selanjutnya,” kata sosok yang pernah menjadi pemimpin redaksi di Kompas Gramedia Grup itu.

Baca juga:  Wagub Kandouw Beri Signal Perombakan Internal Bapenda Sulut

Pria kelahiran Makasar, Sulawesi Selatan 10 November 1965 itu berharap ruang literasi bukan sekedar ruang baca tulis, tapi juga menjadi ruang berdaya, ruang berbagi dan ruang berkomunikasi untuk meningkatan kecakapan hidup masyarakat yang lebih tinggi. Dengan begitu, Maman yakin Indonesia bisa bersaing di forum internasional.

“Saya setuju dengan pernyataan Pak Mulyadi Tutupoho yang menyebut ruang literasi tidak semata-mata pemberantasan buka aksara, bagaimanaa meningkatkan kecakapan hidup masyarakat,” ujar Maman.

Pria dengan ciri khas kepala plontos ini mengaku gembira karena banyak yang mendukung pelaksanaan Festival Literasi Malut 2022. “Yang mendukung berarti sedang ikut menaman masa depan Indonesia, ikut menciptakan masyarakat cerdas. Investasi jangka panjang itu literasi,” katanya.

Disinggung tips agar kegiatan keliterasian bisa sukses, Maman menyebut perlunya kolaborasi.“Banyak lembaga, badan dan pihak swasta bisa diajak untuk peningkatan literasi masyarakat. Jadi bagaimana menjalin komunikasi dan merencanakan program yang bisa dilakukan bersama,” ujarnya.

Baca juga:  Gubernur Olly Terima Penghargaan Tanda Kehormatan SLKS dari Wapres Amin

Maman akhir-akhir ini sering tampil di layar kaca. Ia kerap menjadi narasumber di sejulmlah televisi nasional.

Sebelumnya di awal tahun 1998, Maman pernah menjadi seorang jurnalis. Berawal dari reporter hingga ia menapak kursi pemimpin redaksi di Kelompok Kompas Gramedia.

Pada tahun 2003 Maman berhenti bekerja di perusahaan.  Ia fokus menjadi penulis. Karya-karyanya antara lain Matahati (2012), Bokis 1: Kisah Gelap Dunia Seleb (2012), dan Bokis 2: Potret Para Pesohor (2013), Re: (2014), Notulen Cakeppp (2014), Virus Akal Bulus (2014), Notulen Cakeppp 2 (2015), 99 Mutiara Hijabers (2015), dan peRempuan (2016).

Beberapa karyanya menjadi best seller dan menuai banyak pujian. Jadi pilihan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Malut mengundang Maman sebagai narasumber pada kegiatan talkshow literasi sangat tepat. (adm)

Pos terkait