Akhirnya, Tim Labfor Makassar Turun ke Pasar 54 Amurang, Lihawa Ajak Masyarakat Tenang dan Percayakan Kepada Kepolisian

indoBRITA, Amurang – Kebakaran Pasar 54 Amurang, Jumat (30/09/2022) sekitar pukul 23.15 Wita, penyebab musabab belum diketahui. Menjawab hal diatas, Polres Minsel mengundang Tim Laboratorium Forensik Makassar bersama Polda Sulut akhirnya turun ke TKP, Senin (3/10/2022). Tim Labfor Makassar berkekuatan 2 orang sedangkan Polda Sulut 3 orang atau jumlahnya 5 orang.

Kapolres Minsel AKBP C. Bambang Harleyanto SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Lesly Deiby Lihawa SH. Mkn menjelaskan, dalam rangka memastikan sebab musabab peristiwa kebakaran Pasar 54 Amurang. ”Maka, kami mengundang Tim Labfor Makassar Polda Sulsel dan Polda Sulut. Jadi, sebanyak 5 anggota turun ke TKP guna mengolah data sebab musabab terbakarnya pasar terbesar di Minahasa Selatan tersebut,” kata Iptu Lihawa ketika diwawancarai sejumlah awak media.

Lihawa yang juga Polwan pertama dipercayakan sebagai Kasat Reskrim Polres Minsel menegaskan, kepastian dan jawaban sebab dan akibat sehingga terjadi kebakaran Pasar 54 Amurang. ”Jadi, kita tunggu saja. Kepastiannya dalam waktu kedepan akan diketahui sebab musabab tersebut. Serahkan saja kepada petugas kepolisian, pastinya kita akan tahu asal usulnya,” ujar perwira yang akrab dengan awak media.

Baca juga:  DPRD Manado Gelar Rapat Paripurna Dalam Rangka Laporan Pansus dan Penandatanganan Pimpinan

Sekali lagi, setelah tim Labfor Polda Sulsel turun dipastikan akan segera diketahui. Artinya, bahwa Polres Minsel akan terus berkoordinasi dengan Labfor Makassar terkait kebakaran Pasar 54 Amurang. Agar menjadi jelas, kita tunggu hasilnya. Menurutnya, Tim Labfor Polda Sulut diakuinya belum memiliki Sumber Daya Manusia (SDM).

”Dengan demikian, selain kurangnya SDM, intinya masih banyak kekurangan sehingga kami meminta dukungan Tim Labfor Polda Sulsel (Makassar,red) untuk membantu melakukan penyidikan kebakaran pasar terbesar milik Pemkab Minsel,” jelasnya.

Menurut Lihawa, Timsus Labfor Polda Sulsel datang dari Makassar langsung ke Amurang (Polres Minsel, red). Jadi dapat dijelaskan sebab musabab kebakaran tersebut sementara dalam penyidikan. Kepada masyarakat, khususnya para pedagang untuk bersabar kalau kasus ini dalam tahapan penyelidikan.

“Pastinya kami pihak Polres Minsel tidak diam atas terjadinya kebakaran ini. Baik melalui penyelidikan ataupun investigasi oleh tim Reskrim dilapangan dan Labfor Makassar yang sudah melakukan olah TKP. Sekali lagi, mohon bersabar untuk hasil dari penyelidikan. Setelah selesai penyelidikan, upaya kami secepatnya akan disampaikan kepada masyarakat,” ungkap Lihawa.

Baca juga:  TPP ASN Bitung Tunggu Rekom Menkeu dan Persetujuan Kemendagri

Ditanya soal jumlah kerugian, Iptu Lihawa menambahkan. Dari hasil olah TKP Polres Minsel sebelum Tim Labfor Makassar turun, kami berasumsi dari penyelidikan sementara kerugian secara material sekitar Rp 10 miliar lebih.

”Sekali lagi, kerugian materi kebakaran dari hasil penyelidikan kepolisian kurang lebih Rp 10 miliar. Hanya saja, kita menunggu laporan dari instansi terkait soal angka kerugian pasti. Sekali lagi, jelas perwira Polwan kita tunggu,”tegas Lihawa.

Terpantau dari olah TKP Tim Labfor ada 5 orang. Kelima anggota kepolisian masing-masing turun ke lokasi titik sambil mendapatkan tanda-tanda mencurigakan. Dari kelima anggota tim, mereka fokus ke Kios milik Abas. Dan beberapa kali Abas, pemilik kios di interogasi petugas Tim Labfor.

Tim Labfor bekerja dilokasi tersebut dari siang hingga sore ini.
Ketua tim Labfor Sulawesi Selatan Kompol Wiji Poernomo SH. MH. (*/ape)

Pos terkait