OD-SK Inginkan Inovasi, Eselon IV Pemprov Sulut Wujudkan Puluhan Aplikasi Berbasis Digital

indoBRITA, Manado – Harapan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) para pegawai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut menghasilkan sebuah aplikasi berbasis digital mulai dibuat.

Proyek perubahan itu bukan hanya dibuat oleh pejabat eselon II maupun eselon III tapi pengawas atau eselon IV pun ikut menciptakan aplikasi.

Bacaan Lainnya

Ini terbukti, sebanyak 28 pejabat pengawas yang menghasilkan inovasi dengan berbasis digital. Aplikasi itu ditampilkan dalam Expo Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I Tahun 2022 Pemprov Sulut di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sullit, Rabu (5/10/2022).

Baca juga:  Pesan Gubernur Olly kepada 98 Hukum Tua di Minahasa yang Baru Dilantik: Harum seperti Melati

Expo ini dibuka oleh  Gubernur Sulut yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut Jenny Karouw.

Gubernur pun mengapresiasi kepada pihak penyelenggara yang telah memprakasai kegiatan ini.

“Apresiai juga atas keseriusan peserta PKP yang ikut expo ini dengan mengikuti ketentuan,” ujar gubernur.

Masih dalam sambutan gubernur, expo ini merupakan gambaran secara menyeluruh bentuk inovasi atau terobosan yang mengarah kepada pemberian dukungan terhadap penyelenggara pemerintah.

“Diharapkan aksi perubahan ini efektif, efesien untuk pelayanan publik,” tuturnya.

Ajang ini, lanjutnya, bukan hanya sekadar ceremony saja. Tapi, sebagai sarana bertukar informasi komponen pelayanan Pemprov Sulut untuk ke depan lebih baik lagi.

“Terobosan ini ikut berkontribusi positif untuk tumbuh dan kembang daerah,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Sulut Roy Tumiwa dalam laporannya mengatakan expo aksi perubahan ini suatu bagian aktualisasi dari berbagai ilmu yang telah diperoleh dalam pelatihan selama 35 hari di BPSDMD Sulut.

Baca juga:  Semarak Festival Bunaken 2022, Gubernur Olly Gaungkan Kerukunan

Diterangkan Tumiwa, aksi perubahan ini dibuat berangkat dari problem yang terjadi di masing-masing instansi.

“Mereka diagnosa problem sehingga terindentifikasi isu-isu. Kemudian diberikan solusi manageken kerja,” tukasnya.

Ia mengharapkan expo ini tidak hanya selesai pada pembukaan saja.

“Harus diimplementasikan di setiap instansi masing-masing para peserta PKP,” pungkasnya.

Expo ini dikemas begitu menarik. Di mana, para peserta PKP tampil dengan menggunakan pakaian adat yang ada di Bumi Nyiur Melambai.

Hadir dalam expo ini di antaranya, para mentor, coach dan pejabat teras Pemprov Sulut.(sco)

Pos terkait