Penyidik Kejati Sulut Tahan Tersangka Korupsi Pengelolaan Asset PDAM Kota Manado

IndoBRITA, MANADO–Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melakukan penahanan terhadap Tersangka yang diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi berinisial HHCR, 67, warga Citraland Westrn Park I No.3 Kota Manado, Kamis (06/10/2022).

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Edy Birton, melalui Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, menjelaskan kronologis perkara berawal pada tanggal 22 Oktober 2005 tersangka selaku mantan Direktur Utama PDAM Kota Manado.

Bacaan Lainnya

“Diduga secara bersama-sama, maupun bertindak sendiri-sendiri melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya telah menandatangani perjanjian kerjasama (Cooperation Agreement), antara Pemkot Manado/PDAM Kota Manado dengan Indo Water BV Drenthe Belanda (NV WMD), dalam pengelolaan air bersih di Kota Manado yang tidak sesuai  dengan ketentuan yang berlaku,” kata Rumampuk.

Baca juga:  Dihadiri Bupati CEP, Tumbuan Resmikan dan Pengucapan Sumpah Merentek Cs

Nah, sehingga seluruh asset-aset milik PDAM Kota Manado yang dibiayai oleh APBD, APBN, Hibah Pemerintah pusat dan World Bank beralih ke pihak swasta dalam hal ini PT. Air Manado, sehingga mengakibatkan kerugian negara cq Pemerintah Kota Manado cq PDAM Kota Manado sebesar € 936.000,00 (sembilan ratus tiga puluh enam ribu euro) dan Rp.55.964.456.755,00 (lima puluh lima milyar sembilan ratus enam puluh empat ratus lima puluh enam ribu tujuh ratus lima puluh lima rupiah).

“Perbuatan tersangka diduga melanggar  Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU No . 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana,” tegas Rumampuk.

Baca juga:  Kajati Buka Tes CPNS Kejaksaan

Tersangka ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor: PRINT- 1053 /P.1/Fd.1/10/2022 tanggal 06 Oktober 2022 selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 06 Oktober 2022 sampai dengan tanggal 25 Oktober 2022. Tim penyidik dalam perkara ini diantaranya Eko Prayitno, Sinrang, M Harun Sunadi, dan Parsaoran Simorangkir.(hng)

Pos terkait