2022 Tinggal Tiga Bulan Berakhir, Dinas PUPRD Sulut Ingatkan Kualitas Pekerjaan Proyek

Kepala Dinas PUPRD Sulut Alexander Wattimena saat meninjau salah satu proyek.

indoBRITA, Manado – Tiga bulan lagi, tahun 2022 berakhir. Pekerjaan proyek yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Daerah (PUPRD) Sulawesi Utara (Sulut) diminta untuk menuntaskannya,  tidak sampai melewati tahun ini.

Kepala Dinas PUPRD Sulut Alexander Wattimena mengatakan sesuai instruksi Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK), pekerjaan proyek pembangunan di Bumi Nyiur Melambai agar dipercepat.

Bacaan Lainnya

Kendati demikian, kata dia, para kontraktor pun diminta agar menuntaskan pekerjaan tepat pada waktunya dengan tidak mengesampingkan kualitas dari hasil pekerjaan.

Baca juga:  Pemprov Sulut Raih Penghargaan Paritrana Award Predikat The Best

“Ini yang terus kita ingatkan, termasuk cek di lapangan pekerjaan proyek yang sedang berjalan,” kata Wattimena, Jumat (7/10/2022).

Ia berharap, para kontraktor untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan perjanjian kontrak.

“Artinya jangan kerja asal-asalan. Pun proyek yang dikerjakan harus dituntaskan dengan kualitas hasil yang baik,” tegasnya.

Wattimena menjelaskan, kontraktor yang melewati batas waktu pekerjaan, dan hasil yang dikerjakan tidak sesuai perjanjian kontrak, kontraktor bersangkutan harus menerima konsekuensinya.

“Misalnya denda dan sebagainya. Kami juga tak segan melakukan blacklist bagi kontraktor yang tidak beres dalam bekerja,” sebutnya.

Terkait pengawasan proyek, lanjut Wattimena, terus dan selalu diingatkan ke pihak Penjabat Pembuat Komitmen (PPK).

Baca juga:  Tinjau Kesiapan Rumah Singgah, Ini yang Diharapkan Gubernur Olly

“Kalau ada proyek yang terhambat atau terkendala, itu cepat dilaporkan. Saya juga langsung instruksi untuk cepat cari solusi agar proyek tersebut rampung sesuai waktunya. Intinya kita terus pantau, awasi dan evaluasi,” tuturnya.

Pejabat low profile ini mengatakan, anggaran Dinas PUPRD Sulut untuk APBD Induk 2022 sebesar Rp70-an miliar. Untuk APBD Perubahan tertata sebesar Rp20 miliar.

“Memang anggaranya tidak sebesar tahun sebelumnya. Tetapi ini kita akan maksimalkan untuk terus menggenjot pembangunan dalam menunjang apa yang menjadi visi misi Bapak Gubernur Olly Dondokamey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw,” pungkas Wattimena.(sco/*)

Pos terkait