FER Ajak Bumil Jaga Pola Makan, Biar Sehat dan Melahirkan Tidak Stunting

indoBRITA, Amurang – Komisi IX DPR RI dalam pekan berjalan ini berada di Kecamatan Amurang Timur, Amurang dan Amurang Barat. Kedatangan Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene, SE dalam rangka sosialisasi soal Stunting dan masalah lainnya yang berhubungan dengan pola makan. Serta terpenting adalah bagaimana kita menjaga kesehatan agar kita sehat.

”Apa itu Stunting? Anak Stunting beda dengan anak pada umumnya. Anak Stunting lebih kecil dari anak yang lahir normal. Nah, untuk melihat perbedaan anak lahir normal dan Stunting adalah kecil atau pendek,” tanya srikandi Felly Estelita Runtuwene.

Perempuan kelahiran Desa Rumoong Bawah, Amurang Barat menjelaskan, anak pendek/kecil karena kelainan pada tulang. Atau biasa disebut tidak sempurna. Kemudian yang paling beda adalah perkembangan otak.

”Kalau ternyata ada anak Stunting, kita harus jaga dengan kondisi baik. Pasalnya, sangat sulit menjaga anak yang sudah terindikasi dengan Stunting. Karena memang, akan ada banyak hal pada saat kita menjaganya. Dengan demikian, para ibu muda jaga dengan baik sejak dalam kandungan,” kata FER – sapaan perempuan yang pernah diusung calon wakil bupati Minsel.

Baca juga:  Puji Tuhan, Desa Wanga Segera Miliki Balai Kemasyarakatan

Runtuwene juga mengatakan, khusus putra-putri kita. Sebelum merencanakan pernikahan, usulnya lakukan pemeriksaan ke dokter (Puskesmas, red). Jangan sampai ada inveksi diantara calon ibu dan ayah, maka dianjurkan periksa diri.

”Kemudian, silahkan lanjutkan rencana memiliki anak apabila sehat kandungan atau hormon pria. Biar, keturunan diatas akan berjalan sesuai kehendak Tuhan. Sementara itu, makanan untuk ibu hamil tentunya jangan sembarangan. Kalau biasanya makan satu piring, maka sekarang harus dua piring. Sebab, ibu hamil tidak sendiri, sudah ada janin dalam kandungan,” jelas Srikandi NasDem dari dapil Sulut ini.

Ditambahkan Runtuwene, soal makanan ibu hamil pada umumnya. Jangan sembarang pilih, tentunya harus bersih dan higenis. Jangan pula makanan tidak bergizi, akhirnya kita makan.

”Kebiasaan orang Minahasa, anak baru tiga bulan sudah diberi makanan tambahan seperti pisang atau popaya. Padahal, lambung anak bayi belum mampu mengkonsumsi makanan tambahan tersebut. Anjuran dokter, sebaiknya murni ASI agar anak selalu sehat,” tambahnya.

Dengan demikian, kedapatan justru banyak anak Stunting. Dianjurkan, orang Minsel harus rajin, tahu dengan kondisi yang sebenarnya. Jangan nanti sudah terbukti ada anak Stunting, baru lakukan berbagai tahapan. Ya, ini so terlambat mungkin.

Baca juga:  Aksi Damai Nusa Utara Bersatu Tolak Keberadaan PT Tambang Mas Sangihe

”Mari, kita jaga kebersihan lingkungan. Agar anak tidak cacingan. Biasakan cuci tangan dengan sabun. Dan penting juga, pakai alas kaki kalau berada diluar rumah. Urusan Stunting, masalah buruk di Indonesia banyak sekali. Utamanya, jaga kebersihan lingkungan agar terjaga kondisi sehat. Soal kesehatan, tak hanya anak tetapi orang dewasa sekalipun penting,” tegas Runtuwene, kakak dari wakil ketua DPRD Minsel Paulman S Runtuwene dan anggota DPRD Provinsi Sulut Stela Runtuwene.

Sebelumnya, Kepala Balai BPOM di Manado Hariani, Apt sudah lebih dulu menjelaskan pentingnya pola makan kita jalani dengan baik. Termasuk didalamnya bagaimana agar ibu hamil menjadi sehat biar saat melahirkan harus jaga pola makan dan lain sebagainya.

Acara yang berlangsung di Aula GMIM Tesonika Buyungon dihadiri sekitar 300 orang. Kegiatan diatas dilaksanakan oleh Balai Besar POM RI bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI. Hadir wakil ketua DPRD Kabupaten Minsel Paulman S Runtuwene, ST. (ape)

Pos terkait