Ketua PAMI Perjuangan Nilai Positif Kehadiran Artis Ibukota saat Penutupan FLM 2022

Noldy Pratasis (Foto: dok NP)

indoBRITA, Sofifi,-Kehadiran artis ibukota, Ivan Seventeen dan grup bandnya saat penutupan Festival Literasi Maluku Utara (Malut) atau FLM 2022), Rabu (5/10/2022) di Sofifi menimbulkan beragam tanggapan. Ada yang menganggap kedatangan Ivan dan kawan-kawan tidak relevan dengan pelaksanaan FLM.

Namun, aktivis nasional Noldy Pratasis melihatnya dari sisi positif. “Perlu dipahami literasi itu bukan sekedar ruang baca tulis dan menghitung, tapi juga ruang berbagi dan berkomunikasi untuk meningkatkan kecakapan hidup masyarakat,” ujar Ketua Umum Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) itu saat dihubungi media ini, Senin (10/10/2022).

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Mulyadi Tutupoho Berterima Kasih atas Masukan untuk Pelaksanaan Festival Literasi Malut 2022

Menurut dia, komunikasi lewat lagu itu sarana efektif menyampaikan pesan kepada masyarakat.“ Biarkan masyarakat menikmati kegembiraan itu. Saya justru mengapresiasi upaya Disarpus Malut menghadirkan artis ibukota dan lokal Malut di kegiatan penutupan. Yang penting penganggarannya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Noldy lagi.

Pernyataan aktivis yang juga pengusaha itu dibenarkan akademisi dari Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta, Franky Roring.  Dekan FISIP UBK itu menyebut literasi bukan semata-mata pemberantasan buta aksara, tapi bagaimana meningkatkan kecakapan hidup masyarakat dalam berbagai sektor.

“Literasi bisa menjadi ruang berdaya, ruang berbagi dan ruang berkomunikasi untuk meningkatkan daya saing masyarakat. Saya ikut mengikuti di media soal pelaksanaan FLM 2022. Kegiatannya sangat positif,” ujar Franky.

Baca juga:  Galang Dana, SDN Inpres 7/83 Girian Weru Dua Gelar Pentas Seni Budaya

Di sisi lain kehadiran artis tersebut ternyata bisa memberi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Mereka ikut bernyanyi bersama artis yang manggung.

“Kedatangan artis ini juga sebagai rangkaian untuk memeriahkan HUT Provinsi. Ada kelompok UMKM yang dilibatkan sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat,” ucap Mulyadi.

Dijelaskannya, literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi mencakup semua bidang kehidupan. “Ada literasi ekonomi, sosial budaya, keuangan, infrastuktur, seni dan lain-lain. Literasi itu menyangkut kecakapan dalam kehidupan,”  kata Mulyadi lagi. (*/adm)

Pos terkait