Mulyadi Tutupoho Berterima Kasih atas Masukan untuk Pelaksanaan Festival Literasi Malut 2022

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Malut, Mulyadi Tutupoho (Foto: Greinny)

indoBRITA, Sofifi– Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Provinsi Maluku Utara (Malut), Muyadi Tutupoho memperlihatkan kematangan dan keteladan sebagai seorang pemimpin.  Kematangan itu terlihat dari cara Mulyadi menjawab dan menerima kritikan yang ditujukan kepadanya.

“Semakin banyak kritikan itu menandakan semua kalangan menginginkan Disarpus Malut ke depan lebih semakin lebih baik. Ada kepedulian atas program literasi yang kami jalankan,”kata Mulyadi kepada wartawan di Sofifi, Ibukota Provinsi Malut,  Senin (10/10/2022).

Bacaan Lainnya

Ia membuka diri bagi siapapun yang ingin menyampaikan kritikan dan masukan yang positif. “Saya berterimakasih kepada berbagai kalangan atas kritikan dan masukan terkait penyelenggaan Festival Literasi Malut  atau FLM 2022,” ujarnya.

 

Menurut dia, kegiatan tersebut digelar dalam rangka peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (ILPM) 2022.“Sebelum FLM 2022, ada pra event yang digelar di Tidore, Ternate dan Halmahera Utara. Di tiga daerah tersebut Disarpus Malut menggelar lomba puisi, lomba bertutur dan lomba pidato. Selain itu ada lomba literasi yang dipusatkan di Kampus Unhair,” ujar Mulyadi.

Baca juga:  Frans Pigome, Sosok Penting Calon Gubernur Papua Tengah

Setelah itu, Disarpus Malut melangsungkan serangkaian workshop keliterasian. “Ada workshop untuk mahasiswa, kepala desa, dharma wanita, PPK, bunda baca, bunda literasi dan terakhir workshop untuk pegiat literasi di Muara Hotel,” ucapnya.

Dari pelaksanaan workshop, Disarpus Malut kemudian menggelar kegiatan festival.  Mulyadi menyebut ada 11 jenis perlombaan untuk kegiatan ini.

FLM 2022 kemudian menggema setelah acara pembukaan pada 3 Oktober 2022.  Gubernur Malut, KH Abdul Gani Kasuba (AGK) membuka kegiatan ini secara resmi. Tak hanya pejabat daerah, pejabat pusat seperti Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando juga hadir. Bahkan pegiat literasi terkenal Indonesia Mamah Suherman menyempatkan waktu untuk menghadiri FLM 2022.

“Saya mengapresiasi pelaksanaan FLM. Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir, tapi menjadi pemantik untuk kegiatan keliterasian selanjutnya. Saya berharap FLM bisa dilakukan secara berkesinambungan dan konsiten sehingga berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Maman ketika itu usai menjadi narasumber Talkshow Literasi 2022.

Rangkaian acara FLM kemudian ditutup pada 5 Oktober 2022. Acara penutupan itu menghadirkan Ivan Seventeen dari Jakarta dan artis lokal Malut. Soal kehadiran artis di acara penutupan, aktivis nasional Noldy Pratasis melihatnya dari sisi positif.

Baca juga:  Layani Permintaan Warga, CEP Dendangkan Lagu pada Perayaan HUT Mertua NP

“Perlu dipahami literasi itu bukan sekedar ruang baca tulis dan menghitung, tapi juga ruang berbagi dan berkomunikasi untuk meningkatkan kecakapan hidup masyarakat.  Komunikasi lewat lagu itu sarana efektif menyampaikan pesan kepada masyarakat,“ ujar Ketua Umum Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) itu.

“Biarkan masyarakat menikmati kegembiraan itu. Saya justru mengapresiasi upaya Disarpus Malut menghadirkan artis ibukota dan lokal Malut di kegiatan penutupan. Yang penting penganggarannya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Noldy lagi.

Di sisi lain kehadiran artis tersebut ternyata bisa memberi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Mereka ikut bernyanyi bersama artis yang manggung.

“Kedatangan artis ini juga sebagai rangkaian untuk memeriahkan HUT Provinsi. Ada kelompok UMKM yang dilibatkan sehingga berdampak pada ekonomi masyarakat,” ucap Mulyadi.

Dijelaskannya, literasi tidak hanya soal membaca dan menulis, tetapi mencakup semua bidang kehidupan.“Ada literasi ekonomi, sosial budaya, keuangan, infrastuktur, seni dan lain-lain. Literasi itu menyangkut kecakapan dalam kehidupan,”  kata Mulyadi lagi. (*/adm)

Pos terkait