Kejati Sulut Tahan Tersangka Korupsi di PDAM Kota Manado

IndoBRITA, MANADO–Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melakukan penahanan terhadap tersangka yang diduga melakukan Tindak Pidana Korupsi berinisial FJT Lias Ferro, 64, warga Desa Mokupa Jaga VII Kecamatan, Tomboriri Kabupaten Minahasa, Senin 10 Oktober 2022.

Mantan Ketua Dewan Kota Manado Periode 2005-2009, ditahan atas dugaan kasus korupsi di PDAM Kota Manado.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Edy Birton, melalui Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, lebih lanjut menjelaskan tersangka diduga secara bersama-sama maupun bertindak sendiri-sendiri, secara melawan hukum dan menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya, diduga malakukan Tindak Pidana korupsi dengan cara Tersangka membuat keputusan untuk menyetujui Kerjasama (Cooperation Agreement) antara Pemkot Manado/PDAM Kota Manado dengan Indo Water BV Drenthe Belanda (NV WMD) / BV. Tirta Sulawesi tanpa melalui Kajian teknis dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga seluruh asset-asset milik PDAM Kota Manado yang dibiayai oleh APBD, APBN, Hibah Pemerintah pusat dan World Bank beralih ke pihak swasta dalam hal ini PT. Air Manado yang mengakibatkan kerugian negara cq Pemerintah Kota Manado cq PDAM Kota Manado sebesar € 936.000,00 (sembilan ratus tiga puluh enam ribu euro) dan Rp.55.964.456.755,00 (lima puluh lima milyar sembilan ratus enam puluh empat juta empat puluh lima enam ribu tujuh ratus lima puluh lima rupiah).

Baca juga:  Kapolda Sulut Bersama Forkopimda Tinjau Serbuan Vaksinasi Nasional TNI-Polri di Auditorium Unsrat Manado

Perbuatan tersangka Ferro diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 3 jo Pasal 18 UU No . 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Tersangka Ferro  ditahan berdasarkan Surat Perintah Penahanan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor: PRINT- 1069 /P.1/Fd.1/10/2022 tanggal 10 Oktober 2022 selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak tanggal 10 Oktober 2022 sampai dengan tanggal 29 Oktober 2022.

Baca juga:  Petugas BNN Periksa Siswa SMP Negeri 9 Manado

Tim penyidik dalam perkara ini di antaranya Eko Prayitno, Selaku Aspidsus Kejati Sulut,  Sinrang, dan  M. Harun Sunadi, Selaku Koordinator serta Parsaoran Simorangkir, selaku Kasi Penyidikan Pada Kejati Sulut.(hng)

Pos terkait