Terjadi Blackout, Aktivis Singgung Pengoperasian Gardu Induk PLN dan Ganti Rugi untuk Pelanggan

Ketya LAMI Sulut, Indri Montolalu (Foto: ist)

indoBRITA, Manado-Kurang lebih satu juta pelanggan PLN di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo mengalami blackout atau pemadaman listrik selama beberapa jam, Selasa (11/10/2022). Terjadinya blackout ini tentu sangat merugikan masyarakat, terutama pelanggan yang menggunakan listrik untuk industri atau usahanya.

“Warga menderita, pengusaha dan sejumlah kantor baik swasta maupun pemerintah mengalami kerugian. PLN tidak boleh sekedar minta maaf,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (DPD LAMI) Sulut, Indri Montolalu saat dihubungi Selasa (11/10/2022) malam.

Bacaan Lainnya

Merujuk Pasal 29 Ayat 1 (e) UU Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, pelanggan menurut Indri wajib mendapat ganti rugi apabila terjadi pemakaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyedia tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik.  “Aturannya ada. Jadi PLN harus memberi kompensasi atas kerugian yang ditimbulkan,” ujarnya.

Baca juga:  Senator SBAN Liow Terus Jembatani Kepentingan Sulut di Pusat
Gardu Induk Teling mengalami kebakaran (Foto: ist)

Indri dan sejumlah pengurus LAMI Sulut berharap PLN Wilayah Suluttenggo terus meningkatkan kinerjanya. Mereka juga menyinggung soal pengoperasian beberapa gardu induk yang diambil alih anak perusahaan PLN yakni PLN Tarakan.

“Informasi yang kami peroleh pengoperasian gardu induk Tragi Sawangan dan Tragi Lopana diserahkan ke PLN Tarakan, salah satu anak perusahaan PLN. Kemudian PLN Tarakan menyerahkan lagi pekerjaan kepada anak perusahaannya PT PCN,” ucap Indri.

Keterangan Indri tersebut dibenarkan Arzene Tawil dari Gerakan Masyarakan untuk Keadilan (Gemak). “Data yang kami dapatkan juga begitu. Diduga sejak pengoperasian diserahkan ke anak perusahaan PLN, gangguan listrik di Sulut dan  Gorontalo makin sering terjadi. Puncaknya terjadi blackout sekitar 10 jam tadi,”  Arzene memaparkan.

Indri dan Arzene berharap pemadaman listrik kedepan tak lagi terjadi. Maka itu, keduanya meminta PLN melakukan pembenahan. “Masa depan kita akan sangat tergantung pada ketersediaan pasokan listrik. PLN harus meningkatkan kinerjanya,”imbuh Arzene.

Baca juga:  Wagub Kandouw Bersama Forkopimda Beri Hormat ke Para Pahlawan

Diketahui sejak pukul 12.330 Wita, seluruh wilayah Sulut dan sebagian Gorontalo  mengalami gangguan listrik. Itu berlangsung selama beberapa jam. Bahkan ada wilayah yang mengalami pemadaman 10 jam lebih.

Salah satu penyebab padamnya listrik selama berjam-jam adalah terbakarnya gardu induk dan Kantor PLN Teling Manado. Penyebab lain juga sedang ditelusuri PLN.

Saat blackout itu terjadi, General Manager PLN Suluttenggo, Johanes Avilla Ari Dartomo menyampaikan permohonan maafnya. “Kami memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami kerahkan seluruh sumber daya yang ada agar masyarakat bisa menggunakan listrik kembali,” ungkap Johanes.

Disampaikan Johanes, PLN langsung mengkoordinasikan sisi pembangkitan dan penyaluran serta sisi distribusi sampai dengan seluruh petugas di lapangan untuk memastikan upaya penormalan sekaligus melakukan identifikasi penyebab terganggunya sistem kelistrikan.

“Penyebab gangguan masih kami investigasi, kami langsung melakukan upaya penormalan melalui pengaturan dan pengalihan listrik dari Gardu Induk (GI) terdampak ke lokasi Gardu Induk terdekat sesuai dengan kapasitas peralatan secara optimal,” katanya. (*/adm)

 

Pos terkait