Hendro Satrio Pantau Langsung Pekerjaan Prioritas di Talaud

Kepala BPJN Sulut, Hendro Satrio (Foto: dok IBC/ADM)

indoBRITA, Minut-Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara (Sulut) Hendro Satrio memantau langsung perkembangan pekerjaan prioritas di Kabupaten Kepulauan Talaud. Birokrat enerjik asal Semarang itu ingin memastikan semua proyek di bawah BPJN Sulut berjalan baik, termasuk di Talaud, daerah yang berbatasan langsung dengan Filipina.

“Saya baru pulang dari Talaud. Progres pembangunan di sana berjalan sesuai rencana,” kata Hendro saat ditemui indobrita dan mmc media group di kantornya, Jumat (14/10/2022).

Bacaan Lainnya

Birokrat enerjik ini menyebut  proyek yang sedang dikerjakan di Talaud. Di antaranya penanganan ruas jalan Rainis-Melonguane-Beo. “Ada penanganan rehab minor sepanjang 5,7 km, rehab mayor 400 meter, kemudian rehab jembatan dan berkala jembatan. Ada pula penanganan rutin, termasuk lingkar Miangas maupun lingkar Kakorotan dengan alokasi anggaran sebesar Rp17,95 Milyar,” jar Hendro.

Baca juga:  Tim SLog Polri Lakukan Supervisi di Polda Sulut

Selanjutnya ada paket Penggantian Jembatan Ammat. “Jembatan yang kita buat itu sepanjang 120 meter dengan alokasi anggaran Rp44,99 Milyar,” lanjutnya.

Ia mengatakan paker preservasi Jalan Rainis-Melonguane-Beo dan Jembatan Ammat akan selesai akhir tahun 2022. “Saya sudah minta kontraktornya untuk menuntaskan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan. Progresnya berjalan baik,” ucapnya.

Selain itu ada preservasi Jalan Esang-Rainis.  “Itu penuntasan jalan tanah yang akan kita bangun sampai pengaspalan sepanjang 23,4 kilometer, dengan alokasi anggaran pada Tahun 2022 ini adalah Rp45,52 miliar. Sebenarnya ini paket multiyears contract yang dikerjakan Tahun 2022-2024 dengan sumber dana SBSN. Total nilai kontraknya selama tiga tahun anggaran tersebut yaitu Rp204 miliar, Hendro memaparkan.

Baca juga:  Ditlantas Polda Sulut Ungkap Kesiapan Prasarana dan Angkutan Jalan Jelang Mudik Lebaran

Pengerjaan proyek multi years ini menurut dia akan dikebut, termasuk penggantian lima jembatan kayu di Esang Rainis. ”Ada penggantian lima jembatan kayu menjadi jembatan beton,” ujarnya.

Untuk tahun depan, BPJN Sulut akan mengerjakan Jembatan Panding yang rangkanya memakai baja dan lantainya memakai kayu. Hendro berharap kontraktor pelaksana proyek kerja cepat sesuai dengan tahap-tahapan dan spesifikasi.

“Pekerjaan Preservasi Jalan Esang-Rainis, penuntasan jalan tanah  sepanjang 23,4 kilometer itudan lainnya  akan selesai pada Tahun 2024,” kata Hendro lagi. (*/adm)

 

 

 

Pos terkait