Dana Rp 200 Juta Raib, Nasabah Asal Tumpaan Lapor ke Polres Minsel

indoBRITA, Tumpaan – Salah satu bank plat merah di Minahasa Selatan diduga melakukan kejahatan sosial berupa engineering. Bahkan, korban sebut RK asal Desa Tumpaan 1 yang juga nasabah BRI Unit Tumpaan mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 200 juta.

”Kejadiannya, bulan Juli 2022. Uang tabungan di BRI Unit Tumpaan dilaporkan hilang tanpa bekas. Modus kejahatan baru dialaminya jelas membuat bingung keluarganya. Karena memang, kami merasa dirugikan pihak bank tersebut,” ujar RK, nasabah saat menghubungi awak media ini.

Menurut RK, kejahatan engineering atau soceng tersebut saat ini menjadi momok dikalangan para nasabah bank. Oleh sebab itu, pihak bank tersebut harus mengganti rugi. Karena memang, kerugian yang dialami membuat shock keluarganya.

Kronologis kejadiannya, pembobolan rekening melalui handphone atau SMS banking tanggal 28 Juli 2022. Atau sekitar tiga bulan lalu, pengakuan nasabah bahwa rekeningnya dibobol oknum yang tidak bertanggungjawab dengan cara memindahkan kas saldo. Yaitu dengan mentransfer dana milik RK sebesar Rp 200 juta.

”Rinciannya, pertama memindahkan Rp 100 juta ke sesama bank BRI. Kemudian, Rp 50 juta ke BCA dan ke bank Jago sebesar Rp 50 juta lagi. Menurutnya, total uang miliknya sebesar Rp 200 juta pun raib entah kenapa. Tapi sayang, justru setelah saya laporkan ke bank, mendapat ancaman balik,” katanya.

Lanjut RK, nasabah asal Tumpaan tersebut mengaku raibnya dana dengan cara pemindahan/transfer sekitar pukul 10.00 malam. Namun, hanya berselang beberapa menit uang Rp 200 juta ludes dan sukses dipindahkan ketiga bank tersebut.

Baca juga:  Selang Tiga Tahun Pimpin Sulut, OD-SK Raih Pertumbuhan Ekonomi Positif

RK menyebut, transaksi pemindahan dana malam itu, langsung diketahui melalui handphone miliknya. Dari situ, masuk laporan SMS banking telah terjadi transaksi pemindahan dana sebesar Rp 200 juta.

”Hanya berselang menit, malam kejadian saya langsung menghubungi salah satu staf BRI Unit Tumpaan, CS untuk segera mengkensel tindakan oknum tersebut. Namun ternyata, kata staf BRI Unit Tumpaan sudah terlambat,” jelas RK lagi.

Keesokan harinya, korban RK pergi ke BRI Unit Tumpaan dan menyampaikan hal diatas. Korban juga langsung melapor ke Polres Minsel kalau telah telah terjadi pembobolan rekening miliknya.

”Saat melapor ke pihak bank, jawab bank akan melakukan investigasi selama 21 hari. Bahkan, pihak bank berjanji akan bertanggungjawab soal bobolnya uang miliknya. Tetapi, persoalan lain terjadi, dimana tuduhan bank bahwa dirinya telah memberikan data pribadi kepada orang lain. Ini jelas membuat amarahnya naik,” ungkapnya.

RK juga mengaku kesal dengan pernyataan pihak bank. Berarti, justru bank menyalahkannya. Dirinya minta bukti lewat call center, percakapan lewat call center. Biar semuanya nyata, siapa yang salah. Kesalnya, hingga berjalan tiga bulan, bukti dari pihak bank tak kunjung diberikan.

”Modus diatas jelas banyak kejanggalan. Yang seharusnya, pihak bank segera memblokir ketika terjadi pemindahan aliran dana miliknya. Namun demikian, hal tersebut tidak dilakukan. Justru, sesama bank BRI terjadi pemindahan Rp 100 juta. Sudah terlihat melalui handphone miliknya, kalau ada oknum yang melakukan hal tak terpuji dengan rekening miliknya. Sayangnya, pihak bank tak bertanggungjawab dengan masalah yang terjadi,” papar RK keras.

Baca juga:  Kapolda Sulut Hadiri Rakor Penanganan Covid-19 di Manado, yang Dipimpin Ketua Satgas Nasional

Disamping itu, dilaporkan banyak terjadi kehilangan dana direkening dengan jumlah Rp 5 jutaan. Peristiwa lainnya kredit limit dalam sehari terjadi sebesar Rp 50 juta. Namun, pada kenyataan peristiwa malam itu bisa jebol keseluruhan nilai dana miliknya Rp 200 juta.

”Luar biasa modus baru yang terjadi di bank plat merah ini. Mestinya, dalam tiga bulan ini sudah ada jawaban bank kepada RK sebagai pemilik rekening tersebut. Tetapi, pada kenyataannya hal tersebut tak terjadi, bahkan tak ada kejelasan berarti. Dengan demikian, kami keluarga mendesak agar pihak Polres Minsel segera mengungkap pembobolan rekening miliknya,” sebutnya tegas.

RK juga berharap managemen BRI Cabang Tondano di Minahasa akan melihat kerugian yang dialaminya. ”Kalau tak ada jawaban, maka pihaknya akan melapor sampai ke pusat. Karena memang, harus diakuinya bahwa kejadian tersebut siapa yang menyangka bisa terjadi. Dan mohon lagi, Polres Minsel segera mengungkap kebenaran sindikatnya,” tukas lelaki yang akrab dengan semua orang, sambil menyebut kepercayaan terhadap bank BRI akan hilang ketika masalah ini tak selesai. (ape)

Pos terkait