MPF 2022 Sukses, Kaseger Usul Tahun 2023 Digelar Secara Nasional

indoBRITA, Modoinding – Kecamatan Modoinding, sejak tanggal 20 hingga 22 Oktober 2022 menjadi perhatian masyarakat Sulawesi Utara. Bahkan, moment penting ditahun ketujuh bisa digelar dengan apik tanpa bantuan atau sponsor dari pemerintah atau lainnya. Modoinding Potato Festival (MPF) 2022 “Modoinding Membagi Berkat” terlaksana selama 3 hari di Desa Pinasungkulan, Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sabtu (22/10/2022) dengan sangat meriah dan sukses.

Ketua Umum Panitia MPF Tahun 2022 Pnt Harly Jones Kaseger, SE mengatakan, rasa syukur yang paling dalam, ivent tahunan disponsori Komisi Pelayanan Kategorial Pria Kaum Bapa (P/KB) Jemaat GMIM ‘Sion’ Pinasungkulan, Wilayah Modoinding. ”Ya, tema MPF tahun 2022 yaitu “Bersinergi Memulihkan Ekonomi Bangsa” dan tahun ini merupakan tahun ke 7 MPF digelar. Dan untuk tahun 2023, sedianya disponsori Jemaat GMIM Kakenturan, Kecamatan Modoinding,” kata Kaseger yang juga Ketua Komisi Pelayanan Kategorial P/KB GMIM ‘Sion’ Pinasungkulan.

Menurut Anggota DPRD Kabupaten Minsel, satu yang membuat perayaan ini menarik dan meriah adalah hadirnya ribuan pengunjung yang datang tak hanya berasal dari Modoinding saja. Tetapi, ternyata dari Kotamobagu, Boltim, Bolsel, Bolmong, Minsel, Mitra, Tomohon, Minahasa, Minut dan Bitung.

”Kami bangga, ribuan orang datang untuk menyaksikan moment penting ini. Diakuinya, ada dua tahun tidak dilaksanakan, karena covid-19. Akan tetapi, setelah pandemi covid-19 hilang perlahan-lahan. Maka panitia segera mempersiapkannya secara matang,” jelas pengusaha sukses ini.

Baca juga:  Lawan Pandemi Covid-19, PT MNS Bitung Serahkan Bantuan Warga Melalui Walikota

Kaseger juga menyebut, Sabtu (22/10/2022) adalah hari terakhir MPF. Jujur, bahwa hari terakhir tersebut Modoinding menjadi lautan orang datang hanya untuk menyaksikan moment penting. ”Ya, kalau Kota Tomohon, setiap tahun gelar TIFF. Modoinding, sekelas kecamatan justru hebohkan Sulut dengan MPF atau Modoinding Potato Festival. Tetapi, ternyata menjadi perhatian tersendiri, karena selain bupati dan wakil bupati Minsel, hadir juga pejabat penting dari sejumlah kementerian RI hasil undangannya,” ungkapnya.

Disamping itu, setelah moment usai panitia mengumumkan disilahkan warga luar Modoinding untuk mengambil semua bahan holtikultura asli Modoinding yang menjadi hiasan disemua kendaraan baik roda empat dan dua. Diantaranya, kentang, wortel, batang bawang, kol, pitsai, ketimun jepang, rica/cabe, labu dan lain sebagainya. Rebutan atau mengumpulkan bahan-bahan sayur mayur tersebut dilakukan setelah pawai selesai.

Dari pantauan awak media di MPF 2022 sangat luar biasa. Sekitar 61 kendaraan dari kendaraan roda tiga/traktor, dan kendaraan roda empat hadir. Tak ketinggalan roda dua yang biasa disebut kalero, kendaraan ini pada umumnya digunakan para pekebun Modoinding digunakan memuat hasil panen mereka untuk dikeluaran dari lokasi perkebunan menuju ke penampungan ikut meramaikan.

Peserta pawai kendaraan diikuti dari unsur masyarakat pekebun,
jemaat gereja dari berbagai denominasi, Pemda setempat, Pemerintahan desa, para kelompok tani dan pihak-pihak swasta yang ada di Modoinding.

Baca juga:  ObraS asal Sulut Dengan Senator Banten, DKI, Gorontalo dan Bali dalam Rangka HUT ke-16 DPD RI

Masing-masing peserta mendesain kendaraannya sebegitu rupa dan secantik mungkin yang berbeda-beda. Agar dapat mencuri hati para panitia/juri terlebih seluruh penonton atau penggunjung dari berbagai daerah yang datang baik dari dalam Sulut dan dari luar Sulut.

Ditambahkan Kaseger, MPF pertama adalah gagasan Pdt Wailan Posumah, M. Th tahun 2015. Waktu itu, Pdt bertugas di GMIM ‘Sion’ Pinasungkulan. Seiring perjalanan, MPF digelar hingga tahun ketujuh (2022, red). Diakuinya, perjalanan MPF karena Tuhan baik untuk Modoinding. Khususnya, bagi petani karena bisa menikmati tanah subur dan diberkati Tuhan dengan hasil panen yang besar.

”Usai kegiatan ini, sebagai anggota DPRD Minsel akan mengusulkan di buat Ranperda biar ivent ini bisa berkembang. Atau kegiatan tahunan ini bisa diikuti secara nasional ataupun internasional. Artinya, kalau didukung pemerintah, maka ivent ini akan sama dengan TIFF di Tomohon. Harapannya, semoga dibukakan mata oleh personil DPRD dan bupati serta wakil bupati Minsel,” sebut personil Fraksi Golkar.

Hadir perwakilan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi kreatif RI, Bupati dan Wakil Bupati Minsel, Plt Ketua DPRD Minsel, para Forkopimda, Kapolres Minsel, Kajari Minsel, BKSUA Minsel, para toko agama, tokoh masyarakat dan Tim penggerak PKK Minsel. (*/ape)

Pos terkait