Pacu Investasi di Sulut, Investor Tetap Disortir

indoBRITA, Manado – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw menggenjot investasi di Bumi Nyiur Melambai. Kendati demikian, tidak sembarangan investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah ini.

Ada mekanismenya, di antaranya perlu adanya kajian dan harus ada izin. Jika sudah melewati itu baru bisa lakukan investasi.

Asisten III Setdaprov Sulut Fransiscus Manumpil mengatakan untuk investasi akan disortir terlebih dahulu sebelum berinvestasi di Sulut.

“Pada prinsipnya investasi kita sortir. Apakah investasi itu berdampak ke ekonomi. Apakah pembangunan teknologi yang mereka bangun mantap. Jangan sampai ada gempa sedikit terus rusak. Belum lagi lingkungan, ini paling kita kontrol, betul-betul tak ada kerusakan lingkungan,” jelas Manumpil dalam pertemuan dengan sejumlah masyarakat yang ada di sekitaran proyek PT TJ Silfanus, Rabu (26/10/2022) di Ruang Rapat CJ Rantung Kantor Gubernur Slut.

Baca juga:  Gubernur Olly Hadiri Musrenbangnas RPJMN 2020-2024 di Istana Negara

Pemprov Sulut, kata dia, akan mengontrol masuknya investasi di Sulut.

“Pastinya kami filter investasi. Kami ingin konsep investasi pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Filter juga berlaku untuk investasi yang akan dilakukan di wilayah pesisir.

“Kita harus ramah ke investasi. Tapi investor harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku. Termasuk kajian-kajian dilakukan oleh para ahli. Bila memenuhi kami tidak akan menghambatnya,” tukasnya.

Di sisi lain, mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Sulut ini mengatakan untuk mendorong Pertumbuhan Ekonomi salah satu caranya adalah dengan memacu investasi.

“Pemerintah menarik investasi sebesar-besarnya ke Sulut. Di mana, dampaknya membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, sektor pariwisata ikut berdampak. Otomatis hotel, transportasi, akan ada ketambahan pendapatan,” tuturnya.

Baca juga:  Lembaga Penyiaran di Sulut Harus Paham SIMP3

“Tugas pemerintah fasilitasi untuk sama-sama kita bangun agar masyarakat Sulawesi Utara sejahtera tak ada lagi yang berada di bawah garis kemiskinan,” sambungnya.

Olehnya, investasi yang direncanakan akan masuk di Kota Manado atau tepatnya di Pesisir Pantai Malalayang dengan menelan triliunan rupiah itu diharapkan diterima.

Semua provinsi rebutan untuk adanya investasi masuk,” tukasnya.

Hadir dalam pertemuan ini, di antaranya Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah Sulut Syaloom Korompis, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut serta Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sulut, Kabag Ops Polresta Manado dan sejumlah masyarakat Bantik Malalayang Kota Manado.(sco)

Pos terkait