Soal Kasus Batu Dinding, Polres Minsel Segera Tingkatkan Status Perkara Ketingkat Sidik

indoBRITA, Amurang – Polres Minahasa Selatan dalam penangganan laporan kasus dugaan penyerobotan dan pengrusakan lahan Batu Dinding yang terletak di perkebunan Walempisok Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minsel sedang diseriusinya. Bahkan, pihaknya langsung memerintahkan tim penyidik untuk segera tingkatkan ke tahap sidik.

Seperti diketahui, Jacoba Mamangkey yang sah sebagai kepemilikan lahan telah melapor Riedel Joike Wongkar lantaran diduga menjadi kaki tangan Stevi Wongkar dalam rangka dugaan penyerobotan dan pengrusakan lokasi Batu Dinding di Buyungon.

Kapolres Minsel AKBP C. Bambang Harleyanto, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Lesly Deiby Lihawa, SH, M.Kn saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa tahapan-tahapan penangganan kasus perkara ini terus bekerja keras dalam rangka menindaklanjuti.

“Dalam kasus dugaan pidana pengrusakan dan penyerobotan lahan ini, masuk laporan sesuai nomor LP/B/186/2022, tanggal 22 Juni 2022. Dan sampai saat ini, pihaknya terus menindak lanjuti. Sebelumnya masuk tingkat penyelidikan, kemudian pada hari Selasa tanggal 31 Agustus 2022 lalu sudah masuk gelar perkara,” kata Iptu Lihawa.

Baca juga:  Kapolda Sulut Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Rumah di Sario

Dikatakannya, dari hasil gelar perkara tersebut, pelapor dan terlapor memiliki dasar dokumen negara. Tetapi yang membedakan pihak pelapor memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dan terlapor memiliki Akta Jual Beli (AJB). Nah, untuk berhaknya yang menentukan menguasai lahan dan sahnya surat kedua belah pihak, perlu adanya kepastian hukum melalui persidangan PTUN.

Lebih jauh lagi Iptu Lihawa menjelaskan, untuk dilakukan gugatan ke persidangan PTUN dapat dilakukan pelapor atau terlapor. ”Maka, pihak Polres Minsel beranggapan lahan tersebut dalam permasalahan status Quo. Dan sampai saat ini dilakukan police line pada lokasi tersebut sambil menunggu hasil keputusan sidang PTUN,” ujar perwira perempuan pertama dilingkup Reskrim.

Baca juga:  Rp2,9 Miliar Tunggakan Wajib Pajak Dilimpahkan ke Kejari Bitung

Menurut Lihawa, proses kasus perkara ini diketahui saat dilaporkan. Dan sampai pada tahapan menunggu hasil gugatan dipersidangan PTUN tersebut. Maka, pihak Polres Minsel memberikan waktu 90 hari atau berakhir pada tanggal 20 Oktober 2022 kemarin.

”Jikalau kedua belah pihak belum melaporkan hasil sidang PTUN. Maka Polres Minsel tetap akan meningkatkan kasus ini ke tingkat Sidik. Namun sebelumnya akan melaksanakan gelar perkara secara Intern kepolisian,” tegasnya lagi.

Harapannya, minggu berjalan ini kami akan meningkatkan status perkara tersebut ke tingkat Sidik. ”Namun, sebelumnya pihak kami akan melakukan gelar perkara secara Intern penyidik. Sekaligus tanpa mengundang pelapor dan terlapor. Nanti setelah itu, pihaknya menyampaikan kepada pihak pelapor dan terlapor hasilnya,” pungkas Lihawa. (ape)

Pos terkait