Terkait Dijual Bebas Obat Sirup, Schouten Surati Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Minsel

indoBRITA, Amurang – Belum lama berselang, dibeberapa daerah di Indonesia dilaporkan kasus gangguan Ginjal Akut Atipikal. Maka, melihat hal tersebut Dinas Kesehatan Minsel tak tinggal diam dengan masalah diatas. Sekaligus menyurati pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan di Minsel Nomor.091/5842/DINKES/X/2022.

Kepala Dinas Kesehatan Minsel dr Erwin RR Schouten ketika dikonfirmasi awak media mengatakan soal adanya laporan kasus gangguan Ginjal Akut Atipikal langsung direspon. ”Tetapi, sampai saat ini khusus Minsel tidak ada kasus diatas. Namun demikian, pihaknya dalam upaya perlindungan penggunaan obat yang memenuhi syarat mutu dan keamanan kepada masyarakat. Serta menindaklanjuti surat Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI nomor. SR.01.05./III/3461/2022 tanggal 18 Oktober 2022 perihal kewajiban penyelidikan Epidemiologi,” kata Schouten.

Baca juga:  Didampingi KPU dan Bawaslu, Perekaman KTP – El Mobile di Sinonsayang Sukses

Lanjut Schouten, penanganan kasus gangguan Ginjal Akut Atipikal di Minsel hingga saat ini belum terjadi. Maka disampaikan kepada pimpinan Fasyankes (Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek, Toko Obat dan Klinik) untuk sementara waktu tidak meresepkan, mendistribusikan dan menjual obat dalam bentuk sediaan sirup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi pemerintah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Menurutnya, ini hanya sementara saja. Dan mungkin, masalah ini akan segera selesai dan tidak tertutup kemungkinan pemerintah selalu sigap menyelesaikan kasus gangguan Ginjal Akut Atipikal bagi anak.

Ditambahkannya lagi, dalam dekat ini pihaknya bekerjasama dengan Polri, Sat Pol PP dan tenaga kesehatan akan menggelar operasi di semua fasilitas pelayanan kesehatan. Seperti Apotek, Tokoh Obat, Klinik dan Rumah Sakit serta Puskesmas. Harapannya, kami tak akan menemukan obat sirup yang dilarang justru tetap diresepkan.

Baca juga:  Pemkot Bitung Gelar Sosialisasi Penyusunan LPPD Tahun 2018

Sementara itu, tokoh masyarakat Minsel Jeffry H Maramis, M. Th mempertanyakan bahwa kasus diatas sudah dua Minggu terjadi, tetapi sepertinya Dinkes Minsel atau Pemkab Minsel ‘tertidur’ dengan masalah tersebut. ”Maka dari itu, sebagai pemerhati Minsel meminta instansi terkait lebih intens dengan masalah yang terjadi. Jangan nanti sudah ada kasus baru bekerja. Dengan demikian, harapannya Minsel selalu sehat. Khususnya, anak-anak bisa mendapat suplemen bergizi yang aman,” jelas Maramis. (ape)

Pos terkait