Berlangsung Hingga 6 November, Puluhan Lukisan Hasil Karya Perupa Muda Tampil di Museum Sulut

indoBRITA, Manado – Puluhan hasil karya lukisan dan instalasi seni dipamerkan di Atrium UPTD dan Taman Musem Sulut, Jumat (28/10/2022). Pameran ini ditampilkan perupa muda se Sulawesi Utara (Sulut), dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Pameran yang akan berlangsung hingga 6 November 2022 ini diikuti sebanyak 37 perupa dengan menampilkan masing-masing hasil karya. Mayoritas lukisannya juga bisa dibeli oleh pengunjung, sesuai nominal yang tertera di katalog penyelenggara.

Pameran yang bertemakan ‘Satoegaris‘ ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kebudayaan Sulut Jani Lukas.

“Saya terkagum dengan perupa muda di Sulut. Kualitas karya kalian tidak kalah dengan di Nasional. Saya bisa katakan ini karena sudah banyak mengunjungi pameran di luar daerah. Tentunya ini jadi suatu kebanggaan dan prestasi tersendiri bagi Sulut, dengan adanya kalian,” ujarnya saat membuka pameran tersebut.

Baca juga:  Wagub Kandouw Harap UMKM di Sulut Berinovasi

Hingga kini, lanjut dia, sepanjang tahun 2022 telah empat kali pameran di lokasi ini. Di mana, sebelum-sebelumnya pameran dibuat oleh para  seniman senior.

“Saya pikir kualitasnya akan menurun jika diadakan oleh pemuda, tapi bisa kita lihat sendiri mereka tidak kalah saing dengan yang lebih tua,” tutur Lukas.

Di kesempatan ini, Lukas menyatakan komitmennya berupaya membantu memfasilitasi semua kebutuhan kegiatan. Salah satunya dalam penganggaran.

“Kalau bisa ini digelar secara reguler. Kita juga usahakan supaya tahun depan sudah ada dana di sektor kesenian. Ini bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulut bagi Perupa Muda yang sudah berkontribusi mengembangkan Seni dan Budaya di Nyiur Melambai,” tandasnya.

Selain memperingati Hari Sumpah Pemuda, kegiatan ditujukan untuk menyatukan seluruh Perupa Muda di Sulut lewat pameran ini. Lutfi Madina selaku koordinator pameran menjabarkan hal tersebut kepada awak media.

Baca juga:  Terobosan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulut, Nelayan Dipermudah Dapatkan Ikan

“Tujuan utama kegiatan ini sebenarnya untuk menyatukan para seniman di Sulut, yang selama ini terkotak-kotakan. Baik dalam karya maupun cara berpikir. Seolah-olah jika gagasannya tidak sama, berarti tidak bisa berteman,” bukanya.

“Lewat momentum ini, kita gunakan semangat Sumpah Pemuda untuk mendobrak batasan-batasan itu. Walaupun dalam pelaksanaannya belum maksimal, tapi kami pikir ini sudah menjadi awal yang baik untuk gerakan ini,” tutup Lutfi.

Selain pameran lukisan dan instalasi seni, terdapat juga rangkaian acara lain yang tidak kalah seru dalam kegiatan. Di antaranya adalah workshop, diskusi kesenian dan kebudayaan, pemutaran film, dan sharing motivasi antar seniman.(sco/*)

Pos terkait