Penggugat Jacoba Mamangkey Tawarkan 9 Miliar sebagai Ganti Untung ke Tergugat Wongkar cs

indoBRITA, Amurang – Kasus Perkara Perdata No.164/Pdt.G/2022/PN Amr Pengadilan Negeri Amurang, Rabu (30/11/2022) kembali digelar. Sidang kali ini tidak dilaksanakan diruang persidangan. Melainkan disalah satu ruangan yang disediakan PN Amurang dalam rangka mediasi pertama antara penggugat dan tergugat. Mediasi dipimpin hakim mediasi Dearizka, SH.

Dari keterangan yang diperoleh awak media, sidang mediasi dihadiri penggugat diwakili pengacara Arifin Andiwewang, SH. Sedangkan tergugat diwakili pengacara Nofry Lomboan, SH, namun hadir para tergugat lainnya yaitu Stevie Wongkar (1), Riedel Joike Wongkar (2), Wiliam Lelengboto (4) dan Marlin Lengkong (5), minus Ronald Korompis tergugat 3 lantaran berada diluar negeri.

Sementara ikut tergugat 1 Lurah Buyungon tidak hadir, tetapi diwakili salah satu staf kelurahan, namun tidak bisa masuk dalam sidang mediasi tanpa penunjukkan surat kuasa. Sedangkan, tergugat 2 Camat Amurang ikut dalam sidang mediasi pertama.

Dari keterangan setelah penggugat maupun tergugat berada dalam ruangan terjadi ‘sedikit’ panas. Karena baik penggugat maupun tergugat sama-sama memiliki jurus demi ke-egoannya. Yaitu, penggugat mengusulkan harga diatas, tetapi tergugat justru menangkal dengan harga paling rendah.

Namun belum berakhir sidang mediasi, lantaran hakim mediasi Dearizka, SH langsung mengambil inisiatif untuk menyampaikan pertanyaan kepada penggugat Jacoba Mamangkey melalui Vidio Confress untuk menanyakan sikap atas usulan tergugat. Dan dijawab Jacoba Mamangkey dengan pendamping ahli waris Jean Mamangkey menyebut tidak setuju dan akan dilakukan pertemuan dengan saudara serta kakak beradik.

Baca juga:  Bawa Bantuan, Membatik hingga Hibur Bayi di Lapas Tomohon, Cara dr Devi Sambut HAN 2021

”Jadi, setelah kurang tiga kali digelar sidang yang dipimpin Hakim Ketua Antonie S. Mona, SH dan hakim anggota yaitu Muhammad Sabil Ryandika, SH, MH dan Swanti N. Siboro, SH serta panitra pengganti Gabriella J. Pondaag, SH belum ada titik terang terkait kasus dengan objek tanah yang terletak di Kelurahan Buyungon, Kecamatan Amurang sah milik Jacoba Mamangkey dengan luas 37.845 M² berdasarkan sertifikat hak milik (SHM) No.00701,” kata hakim mediasi Dearizka.

Lanjutnya, bahwa terhitung Rabu (30/11/2022) hari ini, kita sudah mendengar keluhan penggugat maupun tergugat dalam rangka persoalan diatas. Hanya saja, menurut hakim mediasi apa yang disampaikan penggugat soal berapa besar usulan sah-sah saja. Sedangkan putusannya belum final karena masih akan digelar sidang mediasi lanjutan pekan depan.

Harapan hakim mediasi PN Amurang Dearizka, SH lanjutan sidang mediasi pekan depan akan ada titik terang. Karena, setelah ditawarkan kepada pihak penggugat soal harga, melalui vidcom Jacoba Mamangkey tak serta merta menerimanya.

”Soal harga tersebut, saya tidak setuju. Bahkan, keputusannya akan dikonsultasikan kepada anak-anak dan keluarga besarnya. Jadi, bahwa apa yang disampaikan dalam sidang mediasi pertama belum final. Sekali lagi, tunggu persetujuan dengan anak-anak,” jelas Jacoba.

Baca juga:  Lantamal VIII Ikut Panen Raya Tingkat TNI AL Melalui Vicon

Sementara Camat Amurang Rommy Rumagit, S. Sos dalam keterangannya menyebut soal angka rupiah yang diusulkan pihak penggugat terlalu besar. Bahkan, katanya sepanjang dirinya menjadi ASN baru kali pertama mendengar usulan angka rupiah dalam sebidang tanah di objek batu dinding.

”Ya, kalau soal usulan tersebut digunakan NJOP pun tak masuk akal. Maka dari itu, tinggal bagaimana kesepakatan yang akan terjadi. Tetapi, baginya masuk akalkah usulan pihak penggugat kepada pihak tergugat soal sebidang tanah tersebut,” tanyanya.

Sedangkan pihak penggugat melalui pengacara Arifin Andiwewang, SH menegaskan, apa yang disampaikan dalam sidang mediasi sudah sesuai persetujuan kliennya. Namun, untuk persetujuannya masih akan dilanjutkan sidang mediasi lainnya.

”Jangan dulu berspekulasi soal usulan harga terkait sebidang tanah milik Jacoba Mamangkey di Kelurahan Buyungon yang saat ini berperkara di PN Amurang. Yang pasti, kita ikuti dulu sidang mediasi lainnya, baru kita bicara panjang lebar. Pokoknya, kita tunggu saja. Hanya saja, kalau tidak ada titik terang maka pihak penggugat siap lanjutkan ke tahap sidang selanjutnya,” ungkap Arifin.

(ape)

Pos terkait