Ditreskrimsus Polda Sulut Sidak SPBU di Kota Manado

IndoBRITA, MANADO– Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sulut bersama Ditlantas, Ditreskrimum, Ditpamobvit melakukan sidak langsung disetiap SPBU di Kota Manado, Kamis 03/11/22.

Sidak dilakukan langsung di 4 SPBU yakni SPBU Tuminting, SPBU Kombos, SPBU Kairagi Weru serta SPBU Ringroad (Minut).

Bacaan Lainnya

Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Nasriadi melalui Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulut Kompol Irwanto mengatakan, sidak kali ini bertujuan untuk menjalankan instruksi Kapolda Sulut Irjen Pol Setyo Budiyanto guna menertibkan seluruh pendistribusian BBM bersubsidi agar tepat sasaran.

“Sidak ini bertujuan untuk menindaklanjuti hasil Rakor Lintas Sektoral belum lama ini terkait pengawasan dan pendistribusian BBM bagi warga” Kata Irwanto

Baca juga:  Kapolri Apresiasi Warga yang Pilih Dirawat di Isoter Karena Ikut Kendalikan Laju Covid-19

Lanjut mantan Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Sulut ini, Sidak akan dilakukan setiap hari dimana Ditreskrimsus akan mencari tindak pidana sesuai UU Migas, kemudian dari Ditkrimum akan mencari legalitas kendaraan, sementara pihak Ditlantas akan melihat keabsahan resgistrasi sesuai nomor polisi dan mengurai kemacetan jika terdapat antrian panjang.

“Jika ada kedapatan yang melanggar maka kendaraan serta oknum yang bertanggung jawab kami bawa ke Mapolda Sulut untuk diperiksa!,” tegas Irwanto.

Dari hasil sidak hari ini diamankan 1 (satu) unit kendaraan dump truck warna kuning DD 8879 RF berasal dari Provinsi Sulsel yang tidak dilengkapi STNK.

Ditemukan juga ada antrian kendaraan truck di setiap SPBU untuk mengisi BBM jenis Solar bersubsidi sebagian besar adalah angkutan ekspedisi yang sudah bermalam untuk mengantri menunggu jadwal pengisian BBM Solar di SPBU.

Baca juga:  Tim Resmob Ditreskrimum Tangkap Pelaku yang Diduga Germo

Lokasi di SPBU ringroad terjadi antrian panjang karena listrik padam sehingga SPBU tidak bisa beroperasional. Belum ditemukan adanya tangki modifikasi dan Nopol palsu dari Ranmor yang mengantri BBM di 4 SPBU tersebut.

Aplikasi Subsidi tepat sudah digunakan di 4 SPBU dengan kriteria, kendaraan pribadi 60 Liter/hari, angkutan umum R4 80 Liter/hari dan angkutan umum R6 200 Liter/hari

Namun dalam pelaksanaannya masih sacara manual pembatasan dari kriteria unit tersebut tergantung operator, dikarenakan aplikasi pembatasan otomatis setiap unit masih secara umum di maksimal 200 Liter/hari.

Warga diimbau untuk segera menginformasikan ke pihak berwajib jika ditemui ada oknum-oknum yang sengaja melakukan penimbunan BBM bersubsidi sehingga berdampak pada kemacetan yang mengganggu aktifitas masyarakat.(hng)

Pos terkait