Korban Bencana Abrasi Laut Amurang Kaget Bantuan Logistik ‘Tersimpan’ di BPU Lewet

indoBRITA, Amurang – Belum lama ini beredar video terkait menumpuknya logistik bantuan pasca bencana abrasi laut di Amurang pertengahan Juni 2022. Video tersebut memperlihatkan bahwa banyaknya donasi bantuan yang tak disalurkan. Akibatnya, Sabtu (5/11/2022) sekitar 81 KK dari Hunian Sementara (Huntara) datang ke BPU Kelurahan Lewet untuk menagih langsung ke BPBD Minsel.

”Ternyata, beberapa bulan terakhir para korban bencana abrasi laut di Uwuran Satu dan sebagian juga dari Kelurahan Bitung mengaku kecewa dengan BPBD Minsel. Pasalnya, bantuan logistik yang adalah bantuan perorangan maupun pemerintah desa serta perusahaan ternyata hanya disimpan di BPU Lewet. Oleh sebab itu, kami datang menanyakan hal tersebut demi kemanusiaan,” kata Frangky Tambajong, korban abrasi laut yang mengetahui soal penumpukan logistik bantuan tersebut.

Lanjut Tambajong, BPBD ternyata menyimpan. Padahal, harusnya mereka tak menyimpannya. Buktinya, sekarang terbongkar kinerja mereka bahwa donasi dan bantuan logistik justru disimpan. Kasihan para korban, mungkin kami masih melihat kondisi yang sebenarnya. Tetapi, kalau demikian terus menerus kami harus diam.

Baca juga:  Kapolda Sulut Tinjau Gerai Vaksi Polres Minsel

”Jadi, yang membuat masalah sehingga korban abrasi laut berteriak adakah Pemkab Minsel melalui BPBD sendiri. Ingat, yang menutupi bobrok kalian adakah kalian sendiri. Dengan demikian, rasa ketidakpercayaan kami warga atas kinerja Pemkab Minsel melalui BPBD jelas tak bisa dimaafkan,” tegasnya.

Maka dari itu, atas nama warga Uwuran Satu dan Bitung yang juga korban abrasi laut minta pihak kepolisian untuk mengusut masalah ini. ”Pada dasarnya, kami muak dengan kemunafikan kalian. Jadi, dimana tanggungjawab kalian buat kami para korban bencana abrasi laut Amurang. Sungguh tak bisa dimaafkan lagi, bahwa kami tak bisa mempercayai kalian. Apalagi melihat apa yang terjadi saat ini,” ujarnya.

Yang pasti, lanjut Tambajong rekaman video memperlihatkan bagitu banyak logistik bantuan masyarakat terbiar di BPU Lewet. Rasa sayang, kalau ternyata bantuan tersebut membusuk atau lainnya baru disalurkan ke korban bencana.

”Jadi pertanyaan, dalam video tersebut terdengar suara wanita dan anak balita. Oh Tuhan, sadiki jo ini bantuan. Dorang nda tahu, bahwa rata-rata korban so menderita. Mestinya, bantuan tersebut sudah disalurkan. Tapi ternyata mereka menyimpannya,” ungkap Bo-sapaan Frangky.

Baca juga:  Sidak Dinihari, Kapolres Minsel Cek Ruang Tahanan Polsek Jajaran

Pertanyaan lain lagi, saat dibuka Posko Bantuan. Pemkab Minsel melalui BPBD Minsel membuka rekening biar bantuan uang ditransfer ke rekening tersebut. Ternyata, instansi terkait tak transparan dengan jumlah rekening yang ada.

”Melihat apa yang terjadi, maka korban abrasi laut menilai kejadian diatas harus diselesaikan. Karena dugaannya, masalah ini akan berkepanjangan. Karena, para korban yang tinggal di Huntara tiap hari berteriak sambil mendatangi BPBD dan Dinas Sosial hanya untuk menanyakan sejauh mana bantuan logistik untuk korban abrasi laut Amurang,” jelas Tambajong lagi.

Dari pantauan awak media, Sabtu (5/11/2022) BPBD dan Sat Pol PP berkumpul di Kelurahan Lewet bersamaan para korban datang dari Huntara untuk mendengar penjelasannya. Tetapi, hampir semuanya tak mempercayai apa yang disampaikan mereka. (ape)

Pos terkait