LAKI Minsel Angkat Suara Terkait Bantuan Korban Bencana Abrasi Laut Amurang

indoBRITA, Amurang – Sempat viral terkait donasi bantuan pasca bencana abrasi laut di Kelurahan Uwuran Satu dan sebagian Kelurahan Bitung Kecamatan Amurang, (15/6/2022) disimpan di BPU Kel. Lewet. Berikut pernyataan Sekretaris DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Minahasa Selatan Charmen Kasenda soal masalah diatas.

”Ya, intinya karena masalah diatas sudah viral. Maka, LAKI Minsel setuju kalau kita investigasi. Jangan ditunda lagi, sebab ini masalah kemanusiaan. Masyarakat sudah memberikan dengan tulus ikhlas untuk membantu para korban bencana Amurang,” kata Kasenda ketika menghubungi awak media ini.

Baca juga:  Soal Reses, Sumolang Desak Pemprov Bentuk Tim Kerja

Menurutnya, tak hanya masyarakat di 177 desa/kelurahan se-Minsel. Tetapi, lewat dedominasi gereja di Minsel. Bahkan, banyak bantuan dari instansi pemerintah kabupaten/kota se-Sulut. Termasuk juga organisasi sosial kemasyarakatan dan partai politik di Indonesia ikut menyumbang.

”Akan tetapi, menjadi pertanyaan kenapa justru bantuan tersebut disimpan,” tanyanya. Dan mestinya, bantuan donasi tersebut diserahkan secara langsung ketika korban dipindahkan di hunian sementara (Huntara). Jangan setelah beredar viral video terkait bantuan donasi disimpan baru pihak terkait kebakaran jenggot,” sebut Kasenda.

Selain itu, organisasi LAKI wajib hukumnya akan melakukan orientasi pengawasan lapangan. Kami akan mengumpul informasi, bukti-bukti dan investigasi lapangan. Amat terlebih, mendapatkan atau mewancarai para korban. Didalamnya, BPBD Minsel sebagai instansi yang bertanggungjawab penuh dengan masalah tersebut.

Baca juga:  Patroli Cipkon Lokasi Keramaian, Polres Minsel Ingatkan Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

”Dengan demikian, kata pria asal Maesaan, jika fakta kebenaran mendapat kepastian. Maka disilahkan untuk dipublis berdasarkan hasil investigasi. Dan jika ada unsur penyelewengan, berpihaklah kepada nasib para korban untuk segera merealisasikan bantuannya. Maksudnya, Kasenda menambahkan akan berdampak buruk, apalagi berurusan dengan Aparat Penegak Hukum (APH),” tukasnya. (*/ape)

Pos terkait