Terkait Kasus Covid -19 RSUD Datoe Binangkang Bolmong, Iskandar Mokodompit di BAP Jaksa Mamoto

indoBRITA, Manado – Kasus Covid-19 di RSUD Datoe Binangkang, Bolaang Mongondow bergulir kembali. Sebelumnya, kasus tersebut sementara dalam penyedikan Kajari Kotamobagu. Tetapi, ternyata kasus yang ditangani Jaksa Meidy Wensen, SH yang adalah Kasi Intel Kajari Kotamobagu akhirnya mangkrak tengah jalan.

Selanjutnya, penggugat Iskandar Zulkarnain Mokodompit yang adalah ASN di Puskesmas Maelang berpangkat Pengatur Tingkat 1/11b mengaku kecewa dengan kinerja Kajari Kotamobagu. Kemudian, dihubungi Koordinator ICW Sulawesi Utara Cindy Rampi, SH cs untuk mendampinginya melapor kembali ke Kajati Sulut.

”Ya, Selasa (8/11/2022) saya dipanggil untuk di BAP di Kajari Sulut. Saya menghadap jam 1 dan selesai pukul 5 sore. Bahkan, BAP-nya kurang lebih lima jam lamanya. Sementara, ada puluhan pertanyaan yang ditanya jaksa Viktor Mamoto, SH diruangannya,” kata Iskandar ketika menghubungi awak media ini.

Iskandar menjelaskan, pemeriksaannya di Kajati Sulut sangat melelahkan. Bahkan, semua pertanyaan dan diikuti bukti-bukti kongkrit ikut dibawah dan diberikan kepada Jaksa Viktor Mamoto. Sementara, waktu pemeriksaan Jaksa Meidy Wensen di Kajari Kotamobagu tidak demikian.

Baca juga:  Seminar Refleksi 16 Tahun Minsel Sukses, Kandouw: Minsel Harus Lebih Maju

”Jadi, saya tegaskan bahwa laporannya di Kajati Sulut saat ini harapannya akan membuahkan hasil. Sebab, dalam laporan tertanggal 24 Oktober 2022 di Kajati Sulut tembusannya hingga Presiden RI, Kajagung RI, Menteri Kesehatan RI, KPK RI, Ketua DPR RI, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu. Oleh sebab itu, apabila laporannya tak ditindaklanjuti maka prinsipnya saya akan menyurat kembali ke alamat diatas,” ujar sopir ambulance tersebut.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi dana covid-19 di RSUD Datoe Binangkang, Bolmong tahun 2020/2021 tidak dibayarkan. Oleh sebab itu, Iskandar Zulkarnain Mokodompit melapor Dirut RSUD Datoe Binangkang.

”Dengan demikian kesimpulannya, setelah dirinya di BAP oleh Jaksa Viktor Mamoto, SH nantinya pula diharapkan juga dipanggil eks Dirut RSUD Datoe Binangkang dan sejumlah staf yang dugaan melakukan korupsi dana covid-19 RSUD Datoe Binangkang tahun 2020/2021. Maksudnya, jangan hanya dirinya yang di BAP,” jelasnya.

Baca juga:  Terlibat Cekcok, KBO Satuan Narkoba Polresta Manado Mandi Darah

Sementara itu, Koordinator ICW Sulawesi Utara Cindy Rampi, SH ditempat terpisah mengapresiasi Kajati Sulut yang akhirnya bisa di BAP Iskandar Zulkarnain Mokodompit. ”Ya, saya apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara melalui Jaksa Viktor Mamoto, SH yang akhirnya bisa memeriksa atas nama pelapor Iskandar Zulkarnain Mokodompit. Tapi ingat, jangan hanya Iskandar Zulkarnain Mokodompit saja. Sementara harus dipanggil tergugat lainnya seperti dalangnya eks Dirut RSUD Datoe Binangkang cs,” ungkap Rampi tegas.

Rampi juga menegaskan, kasus dugaan penyelewengan dana insentif Covid-19 RSUD Datoe Binangkang, Bolmong tahun 2020/2021 harus diungkap dengan benar. Sebab, akan ada masalah baru bila tidak diungkap kasus ini. ”Karena, menurutnya di Bolmong banyak kasus justru mangkrak atau di SP3 kan. Rata-rata kasus dugaan korupsi terhenti tanpa sebab dan akibat. Olehnya dimohonkan agar pak Kajati Sulut segera memberikan efek jerah kepada oknum-oknum yang mengambil hak orang lain,” pungkasnya lagi. (ape)

Pos terkait