Ticoalu Bantah Soal Tuduhan Potongan PIP 2022, Akibatnya Dirjen Turun dan Periksa Aman

indoBRITA, Amurang – Kepala SMKN 1 Amurang Telly O A Ticoalu, S.Pd M.Si membanta soal tuduhan dugaan potongan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) 2022. Pasalnya, bantuan diberikan pemerintah kepada anakbsekolah dengan sasaran berasal dari keluarga kurang mampu.

Menurutnya, dana bantuan PIP adalah salah satu program pemerintah. Yaitu, dalam rangka mendukung anak usia sekolah (6-21 tahun). Yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Dari informasi yang dirangkum awak media disayangkan, penyaluran bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMKN 1 Amurang dikeluhkan para siswa-siswi penerima dana tersebut. Bahkan berimbas kepada orang tua mereka.

Pasalnya, bantuan uang tunai dari Kemendikbudristek untuk siswa miskin tersebut diduga disunat. Yang seharusnya setiap siswa sebesar Rp 1 juta, tetapi kenyataannya tidak demikian.

Baca juga:  Buka Sosialisasi UU Ciptaker, Fatoni Apresiasi IPDN

Terkait adanya persoalan tersebut, maka media ini mengkonfirmasi langsung dengan yang bersangkutan yaitu Telly O A Ticoalu, S.Pd M.Si selaku kepala SMKN 1 Amurang.

Oknum Kepsek menyebut bahwa bantuan tersebut tidak sembarangan, karena langsung dimonitor pemerintah pusat. Melihat hal diatas, maka Dirjen Keuangan pun turun ke SMKN 1 Amurang untuk datang memeriksa.

“Karena ada pemberitaan seperti itu, hingga tim Dirjen Keuangan Kemenkeu RI datang dàn mencari kebenarannya. Ya, September 2022 lalu, sekitar 10 hari dan sebanyak 4 orang melakukan pemeriksaan terkait berita tersebut. Dalam pemeriksaan mereka, salah satunya melakukan uji petis sebanyak 50 orang didalamnya siswa dan orang tua siswa. Dimana, untuk mendapatkan info kebenaran yang terjadi, tetapi saat itu justru menyediakan 100 uji petis. Artinya lebih banyak lebih bagus, dan akhirnya tidak ada temuan yang dimaksud dan semuanya sudah selesai dan berjalan dengan baik,” ujar Kepsek Telly O.A Ticoalu.

Baca juga:  Sengkey Suport Minsel Hanya Gelar Pilgub Saja

Justru menurut Kepsek SMK N 1 Amurang telah 2 kali mendapatkan penilaian dari BPK Pusat dengan terbaik.

“Penilaian BPK tahun 2021 tahap pertama dan tahun 2022 tahap yang sama, SMKN 1 Amurang justru mendapat apresiasi dalam pengelolahan anggaran. Sehingga menjadi contoh atau sample ditingkat sekolah SMK sederajat yang ada di Kabupaten Minsel,” tandasnya.

Kepsek menambakan untuk dana PIP 2022 sebanyak 210 siswa penerima. Dan disalurkan dengan tiga tahap. Sedangkan tahun 2021 sebanyak 229 siswa penerima bantuan PIP. Jadi, data tersebut sama dengan data dari Dirjen Keuangan di Jakarta. (ape)

Pos terkait