Cuaca Ekstrem, BPJN Sulutkan Siapkan Alat-alat Berat di Sejumlah Titik Rawan Bencana

Kepala BPJN Sulut, Hendro Satrio (Foto: dok IBC)

indoBRITA, Manado–Langkah antisipatif diambil Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulut menyikapi cuaca ekstrenm dan meningkatnya intensitas curah hujan  dua hari terakhir. Langkah yang dimaksud adalah menepatkan tujuh alat berat  di tujuh lokasi rawan longsor.

Tujuh lokasi tersebut tersebar di Tomohon, Sangihe, Minahasa Utara, Nusa Utara dan daerah lainnya. Langkah yang dilakukan Kepala BPJN Sulut, Hendro Satrio dianggap tepat mengingat Sulut rawan terjadi banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan bencana  alam saat cuaca ekstrem atau curah hujan meningkat.

Bacaan Lainnya
Baca juga:  Hendro Satrio Optimistis Proyek Jalan di Sangihe dan Talaud Selesai Tepat Waktu

“Salut atas gerak cepat  BPJN Sulut menempatkan alat-alat berat di sejumlah titik. Kita butuh pejabat dan instansi yang bertindak sebelum ada kejadian,” kata pengamat pembangunan Sulut, Fred Sumual kepada wartawan di Manado, Rabu (16/11/2022).

Dikonfirmasi soal penempatan alat-alat berat tersebut, Hendro mengatakan sebagai upaya mempercepat penanganan bila terjadi bencana.  “Minimal tiga jam alat berat sudah ada di lokasi supaya penanganannya cepat,” ucapnya.

Jika pun ada keterlambatan, biasanya menurut birokrat asal Semarang ini karena  faktor kemacetan di jalan. “Kita berupaya yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Baca juga:  Menkopolhukam dan Mendagri Didadwalkan Kunjungi Talaud

Pejabat yang mudah ditemui ini Sudha menginstruksikan semua Satker dan PPK di semua wilayah selalu siaga. “Benar, kami diminta untuk selalu siap di wilayah masing-masing. Setiap PPK  diwajibkan membuat resikit di wilayah atau ruas jalan yang ditangani,”kata Otto, Satker wilayah Nusa Utara. (*/adm)

Pos terkait