Kasat Reskrim Lihawa, Kasus Ini Telah Dilimpahkan ke Polsek Tumpaan

indoBRITA, Tatapaan – Kasus perkara oknum Hukum Tua Desa Sondaken, Kecamatan Tatapaan, isial FR yang dilapor Ventje Dumais, warga Desa Sondaken ke Polres Minsel sedang dipelajari tim penyidik. Pasalnya, diduga oknum Hukum Tua tersebut telah melakukan pembongkaran sebidang tanah. Yang mana, diatas tanah terdapat rumah milik VD.

Kapolres Minsel AKBP C Bambang Harleyanto, SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Lesly Deiby Lihawa, SH, M.Kn membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan VD. “Jadi, laporannya sudah dimejanya. Perlu kami luruskan bahwa pihak VD bukan melapor. Melainkan pengaduan atas oknum FR yang adalah hukum tua terpilih dan belum lama dilantik wakil bupati PYR,” kata Lihawa kepada sejumlah awak media diruang kerjanya.

Dikatakannya, pada saat kami pelajari dan mendalami pengaduan tersebut, kesimpulannya kami langsung mengarahkan masalah ini ke Polsek Tumpaan. Maka dari itu, VD dimohonkan untuk segera ke Polsek Tumpaan. Biar nantinya masalah diatas diselesaikan pihak Polsek Tumpaan.

”Karena memang, dijelaskannya lagi TKP berada di Desa Sondaken Kecamatan Tatapaan tetapi wilayah kepolisian berada di Polsek Tumpaan. Diakuinya, kalau tadi VD langsung ke Polsek Tumpaan, maka penyelidikannya sudah barang tentu dilakukan oleh Polsek Tumpaan. Maka dari itu, Polres Minsel langsung limpahkan kasus ini agar secepatnya ditindaklanjuti Polsek Tumpaan,” jelasnya.

Baca juga:  Ops Keselamatan, Satlantas Polres Minsel Gelar Bakti Sosial di Masjid Al-Munawarah

Disampaikannya lagi, adapun peristiwa ini
sudah dilakukan mediasi atau musyawarah antara kedua belah pihak. Maksudnya, mediasi untuk menghasilkan kemufakatan bersama ditingkat pemerintah desa. Hanya saja, hal tersebut belum berhasil. Namun, menjadi pertanyaan kenapa justru tidak diselesaikan ke tingkat kecamatan.

”Tetapi, sekarang sudah sampai ke ranah hukum. Maka dari itu, harapannya kalau tak ada titik terang kasus ini. Anjurannya, dilakukan perdamaian kedua belah pihak. Akan tetapi, setelah kasus ini ditangani Polsek Tumpaan, maka dipastikan akan segera ditindaklanjuti,” ungkap Lihawa.

Diketahui kejadian berawal pembongkaran sekaligus pengerusakan sebuah bangunan rumah kayu di desa Sondaken, Jaga IV Rabu, 09 November 2022, pukul 10:40 Wita. Pembongkaran dilakukan oknum hukum tua FR bersama orang suruhannya.

Ventje Dumais adalah pemilik rumah dan tanah yang merupakan ahli waris dilahan tersebut. Pada, saat kejadian Dumais sempat melarang dan memperingatkan agar jangan  melakukan hal tersebut. Kalau tidak berhenti, maka akan dilapor ke pihak APH. Pernyataan yang santun tersebut disampaikan VD terhadap FR, karena masih menghargai oknum FR sebagai hukumtua terpilih saat ini. Tetapi, disayangkan perilaku oknum FR dan sejumlah warga terus melakukan aksinya hingga bangunan itu rata tanah.

Baca juga:  Musda IV, MEP Terpilih Aklamasi Ketua DPD II PG Minsel

Lebih jauh lagi VD menjelaskan, bahwa lahan tersebut milik orang tuanya yaitu Kel. Dumais Wungo. Dan jatuhlah ketanggannya sebagai anak sekaligus sebagai ahli waris.

”Kemudian lahan tersebut sudah beberapa kali dipinjamkan ke warga. Dan pinjaman terakhir diberikan kepada Ibu Tin dalam Keluarga Pleto Pananggung. Selanjutnya, tahun 2019 kemarin, anak dari ibu Tin bernama Ramli Ladamarah (RL) yang tinggal sama-sama dirumah tersebut melakukan transaksi tukar lahan dengan oknum FR, tetapi tanpa sepengetahuannya,” jelasnya.

FR kepada awak media menjelaskan, bahwa pihak VD menakut nakuti dengan keputusan pengadilan tersebut. Padahal, bagian dari objek tersebut sudah terjual.

”Jadi saya ingatkan, bahwa dirinya terlahir di Desa Sondaken. Umurnya juga sudah diatas 50-an. Intinya, apapun masalah atau perkarah di Sondaken pengakuannya bahwa semuanya diketahui. Bukan karena saya kembali memimpin Desa Sondaken. Sekali lagi, biarlah kalau pihak VD sudah melapor ke Polsek Tumpaan, maka janjinya dirinya akan melapor pencemaran nama baiknya ke Polres Minsel,” tegas FR. (ape)

Pos terkait