Sudah Soft Opening, Aktivis Beber Data Dugaan Kejanggalan Pembangunan RSUD Manado

Pengguntingan pita oleh Walikota Manado Andrei Angouw saat soft opening (Foto: istimewa)

indoBRITA,Manado-Soft opening RSUD Manado sudah digelar Senin (14/11/2022). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 itu dihadiri langsung Wali Kota Manado Andre Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.

Papan proyek saat pengerjaan pembangunan lanjutan RSUD Manado (Foto: ist)

Meski sudah soft opening, sorotan tetap saja muncul dari kalangan aktivis, Mereka menilai pembangunan lanjutan RSUD Manado menyisakan sejumlah kejanggalan atau permasalahan.

Bacaan Lainnya

“Kami sering melintas dan kemudian turun melakukan investigasi saat pembangunan RSUD Manado. Makanya kami tahu banyak kejanggalan pada pekerjaan pembangunan lanjutan RSUD Manado,” ujar Kaer Hakate, salah satu aktivis LSM kepada wartawan di Manado, Selasa (15/11/2022).

Relif tangga yang ikut dipertanyakan aktivis LSM (Foto: ist)

Lantas apa saja kejanggalan pembanguna lanjutan RSUD Manado, lantai 4-7 tersebut?  Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Rakyat Anti Korupsi (Barak), Arzene Tawil  mengurai secara rinci.

“Pekerjaan dinding partosi RAP GRC 4 mili, tapi yang digunakan gipsum 9 mili.  Kemudian rangka holo seharusnya 4 x 4,  temuan di lapangan yang terpasang  3 x 3 dan 3 x 1.5,” ujar Arzene.

Baca juga:  Aktivis LSM Nilai Pembangunan Dermaga-Kanal di Area Benteng Moraya Mubasir

    

Jepretan yang diperlihatkan kalangan aktivis yang mereka nilai pekerjaan tidak bermutu (Foto: ist)

Kejanggalan selanjutnya menurut aktivis vokal ini adalah pembuatan reling tangga yang semestinya stenlis, namun yang dipakai pipa giv.  “Lalu ipal sudah tercantum merk, padahal sampai saat ini belum ada,“ Arzene menegaskan.

Aktivis vokal ini juga mendapati pekerjaan MC 1 yang terpasang di lapangan berbeda dengan  apa yang ada di RAB. “Pekerjaan itu harus berpatokan pada RAB, jangan menyimpang,” ucapnya.

Pengggunaan material yang turut disorot para aktivis LSM (Foto: ist)

Arzene pun mempertanyakan integritas dan kejujuran pelaksana proyek bersama pihak PPK dalam proses pencairan. “Kami memproleh data lalu kalau CCO belum ada, tapi sudah dilakukan pencairan kedua dan ketiga. Kemudian bobot pekerjaan baru sekitar 40 % lalu, tapi sudah dibuat termin 75 %,” ungkapnya.

Arzene juga menyayangkan sikap pelaksana proyek yang terkesan tidak memerhatikan keselamatan pekerja. “Pekerja tidak menggunakan helm. Kondisi ini sangat membahayakan keselamatan mereka,” ucapnya.

Keselamatan pekerja juga tak luput dari perhatian kalangan aktivis (Foto: ist)

Ia meminta aparat penegak hukum (APH) melakukan penyidikan atas  kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada pekerjaan proyek berbanderol Rp44 miliar tersebut. “Negara dan masyarakat yang dirugikan dengan pekerjaan seperti itu, kami minta APH turun tangan,” kata Arzene yang dibenarkan Rino dari Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Sulut.

Baca juga:  Ketua Bhayangkari Daerah Sulut Memberikan Tali Asih pada 104 Tenaga Medis dan Bantuan Korban Bencana

Diketahui pembangunan lanjutan RSUD Manado dikerjakan PT Peduli Bangsa. Selama pekerjaan, Arzene dan kawan-kawan ikut melakukan pengawasan. “Ini bentuk partisipasi kami dalam pembangunan,” ujar Arzene lagi.

shop drawing yang ikut diperlihatkan kalangan aktivis (Foto: ist)

Lantas apa kata pelaksana proyek atas kejanggalan yang dibeber para aktivis LSM tersebut? “Makasih infonya pak. Untuk semua perubahan yang terjadi karena kondisi di lapangan, sudah kami cantumkan dalam CCO dan adendum kontrak. Untuk K3 selalu kami siapkan. Kami juga sudah beberapa kali menjelaskan/konfirmasi ke pihak LSM tentang hal yang sama selalu diangkat. Begitu kira-kira pak,” tulis Noval, Project Manager RSUD Manado melalui layanan whatsapp kepada indobrita dan emmc group.

Sayang dinas terkait sampai berita ini diturunkan tak mau memberikan penjelasan. Steeve Untu selaku PPK pembangunan RSUD Manado sempat membaca pesan dan permintaan konfirmasi terkait permasalahan ini. Namun, ia tak memberikan tanggapan apa-apa. (*/tim red)

 

Pos terkait