ASN di Sulut Didorong Kembangkan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif

indoBRITA, Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Pariwisata Daerah menggelar Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Bagi Aaparatur Sipil Negara (ASN), Kamis (17/11/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sintesa Peninsula Manado ini diikuti sejumlah ASN di Dinas Koperasi dan UKM Daerah Sulut, Bappeda Sulut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Satuan Polisi Pamong Praja Sulut. Serta ASN di  Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-Sulut dan Dinas Pariwisata Daerah Sulut.

Adapun narsumber pada Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Bagi ASN yakni:

1. Ronald Sorongan. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dengan materi “Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah”.

2. Yanwar Arif, Direktorat Fashion dan Design Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, dengan materi “Kebijakan Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional”.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                        

Baca juga:  OD-SK Gerak Cepat, Lima Jabatan Eselon II Pemprov Sulut Bergulir Seleksi Terbuka

3. Riyuniawan Subekti, Statistisi Ahli Muda Direktorat Neraca Produksi Badan Pusat Statistik, dengan materi “Nilai Tambah Ekonomi Kreatif”.

4. Kenny Pinangkaan, Wakil Ketua Asosiasi Creative Economy Accelerator, ​Founder Manarou Souvenir/Pelaku Ekraf dengan materi “Masalah dan Potensi ​Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah”.

5. Maria Montu Owner Zabay Collection/Pelaku Ekraf, dengan materi “Sinergi ​Pengembangan Pelaku Ekonomi Kreatif Daerah”

6. Riil Ogy, Owner Coffe Redo/Pelaku Ekraf dengan materi “Rantai Nilai dan ​Rantai Pasok Sub Sektor Ekraf”.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Sulut Henry Kaitjily saat membuka kegiatan tersebut mengatakan Workshop Pengembangan Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Bagi ASN dibuat untuk memahami Ekonomi Digital dan Produk Kreatif.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mensinergikan dan mengembangkan ekonomi kreatif dan rantai nilai sektor ekonomi kreatif di daerah, khususnya bagi ASN, agar masing-masing dapat memahami tugas dan tanggung jawab bersama dalam pengembangan sektor ekonomi kreatif,” tutur Kaitjily.

Ia menambahkan pembangunan Ekonomi Kreatif Indonesia agar berjalan baik perlu adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Salah satu kunci keberhasilan pembangunan ekonomi kreatif mampu menyentuh pada pembangunan ekonomi masyarakat. Keberhasilan ekonomi kreatif perlu didukung oleh kualitas Aparatur Spil Negara bidang ekonomi kreatif yang unggul,” jelasnya.

“Oleh karena itu para ASN bidang ekonomi kreatif harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi yang ada,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulut Ronald Sorongan dalam materi yang mengambil tema “Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah” mengatakan saat ini sedang disiapkan peluncuran program “ASN Enterpreneur” khusus bagi ASN yang produktif, kreatif dan inovatif oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

“Karena itu melalui Workshop ini dapat menciptakan kreasi-kreasi baru untuk pengembangan produk ekraf. Fashion dan gaya hidup yang sering berubah-ubah mengikuti zaman, diharapkan Sulawesi Utara akan semakin maju dan berkembang dan semakin dikenal di mata dunia,” harapnya.

Terpisah, Riyuniawan Subekti, Statistisi Ahli Muda Direktorat Neraca Produksi Badan Pusat Statistik, dengan materi “Nilai Tambah Ekonomi Kreatif”.

Baca juga:  Pejabat Eselon II Pemprov Sulut Ramai-ramai Vaksinasi Booster

Perkembangan ekonomi Sulut 6,6% di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Ini berarti perkembangan ekonomi di Sulut semakin maju dan berkembang berkat usaha pemerintah dan masyarakat yang ada. Ada tiga pokok bahasan materi dari BPS antara lain:

1. Konsep Nilai Tambah pada PDB/PDRB

2. Nilai tambah Ekonomi Kreatif

3. Tata Kelola Statistik

Melalui pertumbuhan perekonomian nasional di masa depan dengan ide – ide kreatif, ilmu pengetahuan dan tehnologi, budaya dan memperhatikan supply chain kegiatan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Sangat diharapkan bersama sektor pariwisata dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kenny Pinangkaan, Wakil Ketua Asosiasi Creative Economy Accelerator, Founder Manarou Souvenir/Pelaku Ekraf dengan materi “Masalah dan Potensi Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah”.

Menjadi seorang pelaku ekraf tentu ada berbagai masalah yang harus dihadapi tetapi dengan keseriusan semuanya itu pasti dapat teratasi. Banyak potensi untuk menjadi pelaku ekraf yang sukses, harus punya kreativitas, berani mencoba dan menghasilkan ide – ide baru, konsep – konsep baru juga tau membaca peluang.

Maria Montu, Owner Zabay Collection/Pelaku Ekraf dengan judul materi “Sinergi Pengembangan Pelaku Ekonomi Kreatif Daerah”

Kain batik khas Sulut merupakan salah satu sub sektor ekraf fashion yang bergerak di bidang batik dan asesoris dari batok kelapa. Hal yang penting untuk memulai menjadi pelaku ekraf adalah mulai dari beberapa hal kecil yang tidak membutuhkan banyak modal dan tidak banyak berpikir. Kita harus pintar membaca situasi sekitar dan mengerti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Riil Ogy, Owner Coffe Redo/Pelaku Ekraf dengan materi “Rantai Nilai dan Rantai Pasok Sub Sektor Ekraf”.

Untuk dapat menjadi pelaku ekraf yang berhasil tentu harus ada strategi sebagai nilai tambah dan bertahan di tengah banyaknya saingan, pelaku ekraf juga harus punya pengetahuan mengenai supplier, proses produksi dan saluran distribusi yang tepat.(sco/*)

Pos terkait