Dianggap Bermasalah, Jokowi Diminta Jangan Dulu Resmikan Bendungan Kuwil

Kepala BWS Sulawesi 1 , I Komang Sudana (Foto: ist)

indoBRITA, Manado-Pembangunan Bendungan Kuwil Kawongkoan di Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) hampir rampung. Jika tak ada aral melintang, proyek berbanderol Rp1,9 triliun itu akan diresmikan Presiden Jokowi pada 20 Desember 2022. pada Desember bulan depan.

Kabar gembira tersebut disampaikan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi 1, Komang Sudana beberapa waktu lalu. “Mohon dukungan dan doa agar berjalan lancar,” ujar Komang.

Bacaan Lainnya

Hanya saja proyek ini diduga masih dililit masalah karena dibangun di atas tanah sebagian masyarakat yang hingga saat ini belum ada penyelesaian ganti untung.

Sekjen Lembaga Pemberdayaan, Pengawasan dan Pembangunan Sulawesi Utara (LP3S) mengutarakan, masih ada puluhan hektar tanah warga yang belum dibayar atau ganti untung. Permasalahan tersebut bahkan sudah dibawa ke rapat dengar pendapat DPRD Sulut bersama Kanwil BPN Sulut. Karena itu, Sekjen LP3S meminta Presiden Jokowi agar mempertimbangan kondisi sebenarnya di masyarakar, agar tidak menimbulkan preseden buruk terhadap pemerintah.

Baca juga:  Walikota Tomohon Resmikan Menara Salib

“Tidak ada jaminan dari kepala daerah, BWS Sulawesi 1 dan BPN untuk menuntaskan hak rakyat. Kalau Presiden Jokowi tetap meresmikan Bendungan Kuwil, sama halnya pemerintah mengukuhkan pengangkangan terhadap hak rakyat,” ujar Calvin, Sabtu (19/11/2022), di Manado.

Ia menginformasikan, ada dugaan permainan oknum di internal BWS dan BPN pada tahap pembebasan lahan. Konon banyak yang salah bayar atau ganti untung tidak menyasar ke ahli waris dan pemilik tanah.

“Dan itu cukup masif. Makanya ada penolakan warga karena lahan mereka tak kunjung dibayar,” terang Calvin.

Padahal bendungan Kuwil disebut bermanfaat untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohido (PLTM) dengan kapasitas 2×0,70 Megawatt serta pengembangan pariwisata.

Bendungan Kuwil Kawangkoan memiliki kapasitas tampung 23,4 juta meter kubik dan luas genangan 139 hektar.

Baca juga:  Dinas PUPR Manado Buka Lowongan THL

Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun, yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi.

Untuk paket pertama, pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk-DMT (KSO), paket dua dikerjakan oleh PT Nindya Karya, dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya Tbk- PT Nindya Karya (KSO).

Beberapa waktu lalu, Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Airlangga Mardjono, mengatakan Bendungan Kuwil Kawangkoan dilengkapi dengan pintu air di bagian pelimpahnya sebagai upaya pengendalian banjir.

Bendungan ini berada di atas Kota Manado sehingga sangat efektif untuk pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua tampungan air, pertama adalah tampungan air alami Danau Tondano dan kedua, Bendungan Kuwil Kawangkoan,” ujarnya.“

Kemudian ada penataan kawasan, penutupan terowongan dan nanti terakhir pekerjaan hidromekanikal,” tambahnya. (tim red)

 

Pos terkait