Mutasi Pendeta GMIM, Andhy ke Bukit Zaitun Agotey, Tumanduk ke Galilea Kilometer 3

indoBRITA, Amurang – Mutasi pendeta GMIM, Jumat (18/11/2022) digelar di Wilayah Amurang 1, tepatnya di GMIM Galilea Kilometer 3. Yaitu, Pdt Raymond JM Andhy, S. Th mendapat mutasi di GMIM Bukit Zaitun Agotey, Wilayah Mandolang 1. Dan Pdt Betje Mieky Junia ‘Jein’ Tumanduk, S. Th dimutasikan di GMIM Galilea Kilometer 3.

Pdt Raymond JM Andhy di GMIM Galilea Kilometer 3 sekitar 5 tahun melayani jemaat 10 kolom. Namun seiring waktu berjalan, BPMS GMIM harus melakukan mutasi Pendeta GMIM. Dan Pdt Andhy akhirnya dimutasi ke Jemaat GMIM Bukit Zaitun Agotey. Sama halnya, Pdt Betje Mieky Junia Tumanduk akhirnya berlabu di GMIM Galilea Kilometer 3 setelah sekitar 5 tahun sebagai Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer Silian, Wilayah Tombatu Barat.

Dari informasi yang dirangkum BPMJ GMIM Galilea Kilometer 3, putra asli Desa Pinamorongan, Kecamatan Tareran tersebut ditahan jemaat Kilometer 3. Tetapi, semuanya tak terjadi karena memang harus diaminkan untuk dimutasi. ”Intinya, kami anggota jemaat harus merelakan. Ini juga seiring dengan Tata Gereja GMIM 2021 sudah harus digelar,” kata Pnt Jefry Kountul.

Pdt Djefry Saisab, S. Th selaku wakil sekretaris bidang BIPRA dan Lansia BPMS GMIM yang juga khadim acara pisah sambut dalam hotbahnya, karena ini amanat Tata Gereja GMIM maka kita harus mendukungnya. ”Bahwa, kita (jemaat, red) harus merelakan Pdt Andhy harus pindah dari jemaat ini. Yang pasti, kalau ada acara penting lainnya disini, pasti BPMJ akan mengundang dan Pdt Andhy akan hadir juga,” ujar Pdt Saisab sambil membuat jemaat dari Kilometer 3, Agotey dan Silian tertawa terpingkal-pingkal.

Baca juga:  Sidak dini hari, Propam Polres Minsel cek kesiagaan personel piket Polsek jajaran

Sementara itu, Pdt Raymond JM Andhy dalam sambutannya mengakui kalau selama disini banyak PR yang belum diselesaikannya. ”Olehnya, saya dan keluarga (istri dan anak) memohon maaf sebesar-besarnya lantaran belum selesai melayani di jemaat ini, tetapi sudah dimutasi ke Jemaat lain,” jelas Pdt Andhy sambil meminta dukung pendeta baru sebagai penggantinya.

Senada disampaikan Pdt Betje Meiky Junia ‘Jein’ Tumanduk, S. Th bahwa harus diterima setelah BPMS GMIM mengeluarkan SK dan ditempatkan disini. ”Intinya, melayani di GMIM Eben Haezer Silian belum merasa puas. Akan tetapi, SK pun diterima untuk masuk di GMIM Galilea Kilometer 3. Setelah berada disini, janjinya program yang belum tuntas dikerjakan Pdt Andhy akan diselesaikan juga. Tetapi, mohon jemaat dan pelayan khusus mendukung program tersebut,” tegas hamba Tuhan asal Desa Pakuweru, Kecamatan Tenga.

Baca juga:  Walikota Bitung Sebut Gereja Miliki Dampak Positif Dalam Bermasyarakat

Ibadah syukur mutasi Pendeta dirangkaikan dengan HUT ke 34 tahun GMIM Galilea Kilometer 3 dan peresmian menarah oleh bupati sekaligus pentahbisan ketua BPMS GMIM Pdt Dr Hein Arina. Khadim Pdt Djefry Saisab, S. Th, menariknya hotbah yang disampaikan mantan anggota DPRD Kota Manado itu membuat jemaat terpingkal-pingkal dan tertawa padahal semuanya sudah kelaparan.

Hadir diantaranya, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Minsel Dekky Tuwo, S. Sos mewakili Bupati FDW. Penjabat Hukum Tua Kilometer 3 Sofian Melki Mononimbar, SE, para hamba Tuhan, Pdt Raymond JM Andhy, Pdt Betje MJ Tumanduk, Pdt Donny Mangindaan, Pdt Bolung, Pdt Deisy Maindoka, Pdt Rambles Mangalahe, Pdt Suriono, Pdt Meilany Tulong, GA Melgy Sarajar dan banyak lagi tamu dari Agotey dan Silian.

Pnt Harty Potabuga, S.PdK selaku sekretaris jemaat mengaku senang semua acara telah berakhir. ”Semuanya diselesaikan oleh Tuhan. Dan pasti, apa yang disampaikan Pdt Andhy dan Pdt Jein akan didukung semuanya. Terima kasih untuk pemerintah kabupaten, pemerintah desa dan jemaat serta Pelsus yang telah menopang jalannya acara ini hingga selesai dengan baik,” tukas guru THL di SD Inpres Kilometer 3. (ape)

Pos terkait