Polres Minsel Press Conference Pembunuhan Ranoyapo, Kasat Reskrim : Tersangka Cemburu

indoBRITA, Amurang – Polres Minahasa Selatan (Minsel) menggelar press conference, Senin (21/11/2022), terkait pengungkapan kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Ranoyapo, Kab. Minsel.

Konferensi pers dilaksanakan di depan gedung Sat Reskrim Polres Minsel dihadiri oleh Wakapolres Kompol Eddy Saputra, SIK; Kasi Humas AKP Mulyadi Lontaan, Kasat Reskrim Iptu Lesly Deiby Lihawa, SH, M.Kn dan sejumlah wartawan media biro Minsel.

“Kasus pembunuhan dengan laporan polisi LP/B/35/XI/2022/SPKT/Sektor Ranoyapo/Polres Minsel/Polda Sulut, tanggal 17 November 2022. Waktu kejadian hari Kamis(17/11/2022) sekira pkl. 20.00 wita, TKP di Jalan Desa Ranoyapo, Kec. Ranoyapo, Kab. Minsel,” ungkap Wakapolres Minsel Kompol Eddy Saputra, SIK.

Baca juga:  JOS Nyatakan Siap Maju Sebagai Wakil Bupati Minsel

Diketahui tersangka berinisial MS alias Micky (32), warga Desa Ranoyapo, Kec. Ranoyapo, Kab. Minsel; korban Aldi Lumentut (41) sesama warga Desa Ranoyapo.

Diterangkan Kasat Reskrim, motif tersangka melakukan tindak pidana ini yaitu rasa cemburu atas dugaan istrinya memiliki hubungan perselingkuhan dengan korban.

“Tersangka tersulut emosi karena rasa cemburu, curiga adanya hubungan perselingkuhan istrinya dengan korban,” ujar Iptu Lesly.

Kronologis kejadian awalnya tersangka mencari keberadaan korban. Saat bertemu, terjadi kejar-kejaran, korban terjatuh kemudian langsung dianiaya oleh tersangka menggunakan senjata tajam jenis parang.

Baca juga:  Polisi Amankan Pemuda Bersajam di Simpang Empat Sentrum Manado

“Menggunakan sebilah parang, tersangka membacok korban di bagian kepala, wajah dan tangan korban. Setelah itu tersangka langsung menunju Polsek Ranoyapo untuk menyerahkan diri bersama barang bukti parang yang digunakannya tersebut,” terang Kasat Reskrim.

Korban sempat dilarikan warga ke RS Cantia Tompasobaru, namun sesampainya di rumah sakit pihak medis menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

“Pasal yang dipersangkakan yaitu 338 KUHP sub 354 ayat (2) sub 351 ayat (3) KUHP. Ancaman hukuman maksimal 15 (lima belas) tahun pidana penjara,” tutup Kasat Reskrim. (*/ape)

Pos terkait