Bimtek Hukum Tua dan Perangkat Desa, Ketua Bakornas: Buang Anggaran Percuma

indoBRITA, Amurang – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Minahasa Selatan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di Sutanraja Hotel Amurang. Pelaksanaannya, terhitung Senin hingga Kamis Minggu berjalan ini. Pesertanya, adalah hukum tua definitiv, penjabat hukum tua dan perangkat desa se-Minsel.

Ketua Badan Anti Korupsi Nasional (Bakornas) Sulawesi Utara Noldy Poluakan angkat suara terkait pelaksanaan Bimtek yang digelar Dinas PMD Minsel. Menurut Poluakan, bahwa hal tersebut hanyalah buang-buang anggaran tanpa perincian secara matang.

”Ya, menurutnya seakan-akan menjadi rujukan aturan kalau bimtek wajib dilaksanakan dengan anggaran Dana Desa. Tentunya, semua desa menganggarkan melalui Dana Desa agar ikut dalam acara bimtek. Nah, ini yang namanya buang anggaran percuma,” ujar Poluakan.

Baca juga:  Pimpin Apel Pagi, Wawali Bitung Sentil Hal Ini

Dijelaskannya, bahwa pelaksanaan Bimtek awalnya digelar diluar daerah. Tetapi, tahun 2022 ini dilaksanakan dalam kota tetapi dengan fasilitas gedung atau hotel berbintang. Jelas, bahwa perbandingan anggaran informasi setiap desa mengirim peserta sebanyak 6 sampai 16 orang.

”Kalau Rp 900.000/satu malam termasuk kamar dan makan minum, kali 9 orang Rp 8, 100. Belum lagi, dikali 14 orang berarti desa harus menyediakan Rp 14,400. Nah, angka tersebut bukan kecil apabila semua desa wajib menganggarkannya. Dugaan ini gejala korupsi ada didalamnya,” katanya.

Oleh sebab itu, menarik kita simpulkan bahwa naras sumber berasal dari Kejari Minsel dan Polres Minsel. Harapannya, nara sumber juga diminta lakukan penyelidikan biar memberikan pencerahan. Soalnya, dugaan korupsi di bimtek ini ada.

Baca juga:  Sukses Pengelolaan di Bidang Keuangan, JWS Terima Penghargaan

”Melihat bahwa kehadiran hukum tua dan perangkat sangat antusias. Bahwa, BAKORNAS pun akan melakukan investigasi soal dugaan terciptanya korupsi dalam acara bimtek tersebut. Paranya lagi, Kepala Dinas PMD Drs Efer Poluakan tidak berada dalam sesi acara,” jelasnya.

Noldy menyebut anggaran untuk bimtek dipastikan ratusan juta habis berasal dari Dana Desa tahun 2022 ini. Padahal, Dana Desa selain anggaran BLT, Fisik, Covid serta Pangan. Ternyata wajib memutar haluan untuk anggaran bimtek.

Dihubungi sejumlah nomor penting Kepala Dinas PMD Drs Efer Poluakan aktif tetapi tidak meresponnya.
(ape)

Pos terkait