Akses Jalan Perkebunan Untuwo dan Worotican Rumoong Bawah Minta Perhatian Pemkab

indoBRITA, Amurang – Banyak akses jalan perkebunan di Amurang dan Minahasa Selatan dibiarkan. Padahal, melalui akses jalan tersebut para petani bisa membawa hasil kebun baik menggunakan roda sapi atau sepeda motor. Salah satu akses jalan yang diminta diperhatikan yaitu jalan perkebunan Untuwo dan Worotican di wilayah kepolisian Rumoong Bawah, Amurang Barat.

Jeffry Tamburian, satu diantara petani asal Kawangkoan Bawah mengaku akses jalan tersebut sudah beberapa kali diusulkan. ”Lantaran perkebunan miliknya ada di Untuwo dan Worotican, maka kami harus melewati jalan perkebunan tersebut. Padahal, jalan hanya bisa dilalui roda sapi atau kendaraan sepeda motor. Intinya, petani Rumoong Bawah dan Kawangkoan Bawah harus melewati akses ini,” kata Tamburian.

Baca juga:  Ini Tanggapan Wawali Bitung Terkait Lambannya Kinerja Panitia Pembebasan Lahan Tol

Lanjut Tamburian, beberapa kali sudah diusulkan melalui Musrenbang kelurahan Rumoong Bawah dan diteruskan ke Musrenbang Kecamatan Amurang Barat. Tetapi, tetap selalu dipending usulannya. Nah, pemerintahan FDW-PYR sudah masuk dua tahun

”Perkebunan Untuwo dan Worotican menurutnya, petani bisa membawa dan menghasilkan 500 ton per tahun. Jadi, usulnya pemerintah kabupaten dimohon untuk memperhatikannya. Sekaligus menganggarkan biaya pembuatan jalan perkebunan melalui APBD 2023. Agar petani Rumoong Bawah juga dari Kawangkoan Bawah bisa berleha-leha saat melewatinya,” ujar Tamburian.

Selanjutnya, Tamburian menegaskan bahwa kondisi jalan perkebunan di musim penghujan saat ini semakin rusak. Pasalnya, tak sedikit roda sapi dan sepeda motor melewatinya.

Baca juga:  Wali Kota Bitung Ucapkan Selamat dan Sukses atas Pelantikan Kabinet Indonesia Maju

”Oleh karena itu, atas nama warga Kawangkoan Bawah berdarah Rumoong Bawah meminta dengan sangat kepada bupati FDW untuk memperhatikan kondisi jalan tersebut. Rumoong Bawah tidak memiliki anggota DPRD, namun Kawangkoan Bawah ada. Kalau Pemkab Minsel yaitu Dinas PUTR atau Dinas Pertanian maka usulnya dianggarkan melalui dana aspirasi rakyat saja. Semoga tahun 2023 akses jalan ini bisa terealisasi perbaikannya,” ucap Tamburian.

(ape)

Pos terkait