Usulan KPU Minsel Soal Ketambahan Dapil Ditolak Parpol

indoBRITA, Amurang – Usulan penambahan daerah pemilihan (Dapil) di Minahasa Selatan dalam rangka Pemilu 2024 ditolak Partai Golkar Minsel. Pasalnya, Uji Publik II yang digelar KPU Minsel di Sutanraja Hotel Amurang, Jumat (16/12/2022) menolak usulan diatas.

Refly Kewo, Kepala Sekretariat yang juga LO DPD II Partai Golkar Minsel menjelaskan, usulan penambahan dapil di Minsel belum wajar. ”Intinya, dari informasi pimpinan DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara kemudian direkomendasi DPD II bahwa penambahan dapil harus ditolak. Maka dari itu, sebagaimana undangan KPU untuk mengikuti Uji Publik terkait hal diatas sepakat untuk menolak usulan penambahan dapil,” ujar Kewo.

Menurutnya, untuk saat ini penambahan dapil di Minsel belum siap. Pasalnya, 5 dapil sekarang saja masih banyak kekurangan. Apalagi menjadi 6 dapil, itu sangat tidak diinginkan Partai Golkar. Oleh sebab itu, biarlah Pemilu 2024 di Minsel tetap 5 dapil saja.

”Yang pasti, apa yang menjadi keputusan menolak usulan KPU akan disampaikan kepada DPD I dan DPD II Partai Golkar. Ditambahkannya, usulan penambahan 6 dapil di Minsel dengan pertimbangan hal-hal lain oleh KPU. Tetapi, diyakini bahwa untuk saat ini biarlah 5 dapil saja,” jelas Kewo.

Baca juga:  Schouten: Waspadai DBD, Kita Perangi Dengan 3 M

Lain lagi kata Ketua DPC Partai Buruh Minsel Lucky Sanger, bahwa usulan KPU Minsel soal penambahan dapil tidak perlu diperluas. ”Baginya, apa yang disampaikan Partai Golkar masuk akal. Dengan demikian, untuk Pemilu 2024 tetap 5 dapil saja. Karena memang, ada hal krusial lainnya biar pemilu 2024 dimenangkan partai besar. Sekali lagi, Partai Buruh sama menolak,” tegas Sanger.

Sementara itu, Camat Tumpaan Terry Lolowang, SE ditanya soal usulan penambahan dapil di Minsel disetujui. ”Ya, kalau saya setuju. Kenapa, untuk Kecamatan Tumpaan dan Tatapaan suaranya sangat signifikan. Kalau perubahan dapil pasti mendapat 4 kursi. Sedangkan Kecamatan Tareran dan Suluun Tareran 3 kursi. Awalnya, dapil II lama total 7 kursi. Jadi, baginya sangat setuju,” ujar Lolowang.

Sedangkan Camat Amurang Barat Hanny Kondoj tidak sependapat dengan usulan Camat Tumpaan. ”Bawasannya, lebih kerja berat apabila terjadi penambahan dapil di Minsel. 5 dapil saja sudah repot kerjanya, apalagi 6 dapil yang diusulkan KPU. Pasti, pemerintah kecamatan tak mampu mengimbangi kerja secara maksimal. Hanya saja, Amurang Raya tidak terjadi perubahan dapil,” ungkap Kondoj.

Baca juga:  Terkait Dijual Bebas Obat Sirup, Schouten Surati Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Minsel

Ketua KPU Minsel Rommy Sambuaga dalam penjelasannya rancangan pengusulan ke KPU RI terpaksa dibatalkan. ”Kami harus mempertimbangkan hal tersebut. Yang pasti, rancangan pengusulan dapil di Minsel belum terjadi. Pun demikian, KPU berterima kasih pimpinan parpol di Minsel sudah hadir di Uji Publik II,” sebut Sambuaga.

Namun, sebelumnya KPU Minsel juga sudah menggelar Uji Publik I, tetapi di Uji Publik II lebih jelas penolakan dari pada persetujuan. ”Dengan demikian, rancangan tersebut dibatalkan. Sekali lagi, disampaikan terima kasih kehadiran pimpinan parpol dan camat se-Minsel serta Bawaslu dan sejumlah Pers yang mengikuti acara ini dengan baik,” pungkasnya.

(ape)

Pos terkait